Mudahkan pelanggan lihat jumlah pengeluaran, Mahasiswa UMY rancang penghitung tarif pada meter PDAM

Januari 3, 2011 oleh : BHP UMY

Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) rancang alat pengukur volume air digital dan penghitung tarif pada water meter Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Dengan alat ini, pelanggan PDAM dapat melihat jumlah total tarif pemakaian air setiap bulannya.  Demikian disampaikan Rauf Sabakingkin, Jumat (31/12) saat memaparkan hasil karyanya sebagai tugas akhir gelar S-1 nya tersebut.

Menurutnya, Negara menjamin hak setiap warganya untuk memenuhi kebutuhan air dalam kehidupan rumah tangga dengan menyediakan PDAM. ”Hingga saat ini PDAM masih menggunakan pengukuran debit aliran air untuk mengetahui jumlah laju aliran air yang melalui suatu penampang pipa dengan memasang water meter,” ucap Rauf.

Pengukuran besarnya volume air yang terdapat pada water meter inilah kemudian digunakan untuk menentukan jumlah tarif yang harus dibayar setiap rumah tangga kepada pihak PDAM setiap bulan pemakaian.

Dengan water meter berbentuk analog ini, pelanggan dapat mengetahui seberapa besar volume air yang digunakan untuk keperluan setiap rumah tangga. “Namun bentuk pengukuran pada water meter analog, saya nilai masih kurang karena alat itu tidak mencantumkan jumlah total tarif sehingga konsumen pun tidak bisa memperkirakan jumlah biaya yang harus dikeluarkan,” jelas Rauf.

Kondisi itu lantas mendorong Rauf untuk menciptakan suatu alat yang bisa memudahkan pelanggan dalam melihat jumlah total tarif pemakaian air setiap bulannya. Sejalan dengan perkembangan pesat teknologi, Ia menyatakan ingin mengubah alat pengukur debit air dari bentuk analog menjadi digital sehingga alat ini dilengkapi dengan tampilan digital melaui LCD mengenai perhitungan tarif yang harus dibayar pelanggan PDAM. “Alat ini memanfaatkan water meter mekanik yang sudah digunakan PDAM kemudiaan dimodifikasi kedalam bentuk digital dan dan khusus digunakan bagi pelanggan rumah tangga,” ucapnya.

Lebih lanjut Rauf menjelaskan selain berfungsi menghitung keseluruhan beban air yang dipakai dan menampilkan nilai penggunaan perbulan, tarif kumulatif dan tarif perbulan sehingga mempermudah pelanggan untuk memonitor pemakaian airnya dalam perbulan, alat ini juga membantu petugas PDAM dalam proses pencatatan data pada water meter serta mengurangi kesalahan faktor manusia.

Ia menambahkan sistem watermeter selalu bekerja meskipun tidak ada aliran listrik. “Untuk itu, alat ini dilengkapi battery back up sebesar 6.5 volt dan chargernya sebagai power supply alat disamping sumber dari PLN. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi apabila jaringan PLN terputus sehingga alat tetap bekerja,” urai Rauf.