MTCC UMY Gelar Konferensi Pengendalian Tembakau di Indonesia

Desember 5, 2012 oleh : BHP UMY


Prioritas utama produksi tembakau di negara berkembang termasuk Indonesia, hingga kini masih terpusat sebagai bahan utama rokok.  Semakin meningkat produksi tembakau, semakin meningkat pula produksi dan konsumsi rokok. Inilah permasalahan yang muncul di negara berkembang tak terkecuali Indonesia. Berakar dari permasalahan inilah Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan The Johns Hopkins School of Public Health (JHSPH) menggelar acara yang bertajuk Conference and Exhibition dengan tema “Addressing Tobacco Problem in Developing Countries”pada hari Rabu dan Kamis (5-6/12) di lantai dasar gedung AR. Fakhruddin B Kampus Terpadu UMY.

Conference  and Exhibition ini, sebagaimana disampaikan oleh Dian Azmawati, S.IP, MA selaku ketua panitia acara, merupakan puncak kegiatan selama setahun kerjasama MTCC UMY dengan The Johns Hopkins Bloomberg School of Public Healthy. Setelah sebelumnya pada awal tahun sudah diadakan acara workshop dan studentship maka pada akhir tahun ini semua peserta diundang kembali untuk mendorong penelitian-penelitian yang berhubungan dengan pengendalian tembakau dan membangun jaringan bagi kegiatan pengendalian tembakau di Indonesia. “Acara ini berisi penelitian-penelitian dari peserta konferensi yang sudah kami seleksi dan mendapatkan dana penelitian dari Johns Hopkins. Dari penelitian peserta ini akan terbentuk jaringan dan kerjasama baru terkait penelitian yang berhubungan dengan pengendalian tembakau. Kami juga mengundang akademisi dan individu yang punya perhatian terhadap Tobacco problem ini untuk membuat paper,” ungkapnya.

Dian memaparkan bahwa ini acara ini adalah untuk memperluas jaringan kerjasama antar institusi dengan tersedianya kesempatan untuk saling bertemu pada eksibisi tersebut. “Eksebisi ini juga diharapkan menjadi wadah publikasi atas  kegiatan pengendalian tembakau yang selama ini telah dilakukan dan dikembangkan oleh berbagai institusi di Indonesia, sehingga masyarakat sadar akan pentingnnya pengendalian tembakau” paparnya.

Dian juga menambahkan melalui program ini diharapkan akan muncul stategic plan mengenai tobacco control  khususnya di Indonesia. “Kami harapkan, dari acara ini dapat membuahkan kebijakan baru mengenai masalah pengendalian tembakau ini di Indonesia. Dan diharapkan juga masyarakat dapat mengetahui dan mengenal kegiatan pengendalian tembakau yang selama ini telah dilakukan,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Dianita Sugiyo mewakili tim acara konferensi menjelaskan runtutan acara Conferensi dan Exhibition yang diselenggarakan selama dua hari kedepan. “Acara pada hari pertama akan menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan RI, bapak Ali Ghufron. Selain itu akan ada pakar ekonomi dan ahli tembakau, dan nantinya peserta akan dibagi pada kelompok-kelompok kecil untuk presentasi. Dan pada hari kedua akan difoukuskan pada group discussion yang akan membentuk jaringan untuk memulai sebuah gerakan, yakni kira-kira apa yang akan kita lakukan menanggapi problem pengendalian tembakau ini,” jelasnya.

Acara Conference dan Exhibition ini juga akan diikuti oleh institusi pemerintah seperti dinas kesehatan dan pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), para akademisi, serta organisasi lain yang memiliki kepedulian dan kegiatan dalam pengendalian tembakau.