Minimalkan limbah kain, mahasiswi UMY kembangkan aksesoris sepatu

Agustus 21, 2010 oleh : BHP UMY

Dalam usaha pembuatan tas seringkali menyisakan kain-kain yang tidak terpakai. Biasanya kain-kain sisa tersebut hanya dibuang, padahal hal tersebut dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.

Sehingga sebagai upaya untuk meminimkan limbah kain tersebut, sekelompok mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memanfaatkan limbah kain untuk membuat usaha modifikasi sepatu. Sekelompok mahasiswa tersebut terdiri dari Annisa Yuli Rahmawati, Martalia Ajeng Handayani, Nurmalita Fitri Ariani, Azyna Aryani.

Menurut salah satu dari kelompok tersebut, Annisa Yuli Rahmawati, sebelumnya mereka telah memiliki sebuah usaha pembuatan tas yang sudah berjalan selama satu tahun. “Dalam usaha pembuatan tas tersebut menyisakan kain-kain yang kemudian hanya terbuang sia-sia. Inilah yang membuat kami berfikir kenapa tidak memanfaatkan kain-kain sisa tersebut menjadi barang yang bermanfaat. Dan dipilihlah modifikasi sepatu,”urainya di Kampus Terpadu, Jumat (20/8).

Limbah-limbah kain tersebut kemudian dibuat aksesoris untuk memodifikasi sepatu yang masih polos. Kain-kain tersebut dibuat bermacam-macam aksesoris, misalnya dibentuk pita, segitiga, bunga dan lainnya.

Dijelaskan Annisa awalnya memulai dengan membuat hiasan-hiasan sepatu dengan kreasi mereka sendiri. Setelah itu produk dipromosikan melalui internet salah satunya melalui jejaring sosial Facebook. “Kami membuat pola, memotong kain, mengelem maupun mendesain aksesoris sendiri selanjutnya sepatu yang telah dimodifikasi kami tampilkan di jejaring sosial Facebook. Dan hasilnya sangat memuaskan, baru minggu pertama kami berhasil menjual 12 pasang sepatu. Kebanyakan kami  memodifikasi sepatu flat atau tanpa hak yang biasa dipakai remaja dan mahasiswa. Namun kami juga mulai mengembangkan modifikasi sepatu pada sepatu berhak.”jelasnya.

Sementara itu Martalia menambahkan produk sepatu modifikasi mereka selain memanfaatkan limbah sebagai bahan aksesoris, juga dikombinasikan dengan aksesoris lain seperti manik-manik, batu-batuan, rantai, bunga sintesis dan lainnya. “Hal ini dilakukan agar lebih menarik dan konsumen memiliki banyak pilihan. ”ujarnya.

Selain itu karena dipasarkan melalui internet jangkauan konsumen juga semakin luas. Tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga luar Yogyakarta seperti Jakarta, Surabaya, Malang bahkan sampai Samarinda dan Kalimantan.

Mereka berharap usaha mereka akan semakin berkembang dan tidak menutup kemungkinan untuk membuka lapangan kerja. “Seiring jumlah pesanan yang semakin bertambah tidak menutup kemungkinan kami akan menambah tenaga kerja.”tambahnya.

Usaha modifikasi sepatu ini juga telah mengantarkan mereka menjadi salah satu peraih Program Mahasiswa Wirausaha dari Kopertis Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta dan berhak memperoleh pinjaman sebesar Rp 10.000.000,00