Menulis adalah Salah Satu Jalan Keluar dari Kesedihan

November 1, 2017 oleh : BHP UMY

Banyak orang yang jatuh dalam kehidupannya karena bermacam-macam masalah, namun hanya sedikit orang yang akhirnya bisa cepat bangkit dan keluar dari kesedihan masa lalu. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk bangkit dari kesedihan hidup di masa lalu itu adalah dengan menulis.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Hector Abad Faciolince dalam kegiatan bertajuk “Movie Screening and Literary Disucussion with Hector Abad” Selasa (31/10) di Gedung KH. Mas Mansyur Lt.4 Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dalam kesempatan tersebut Hector membagikan pengalamannya yang bisa menemukan jalan keluar dari kesedihan masa lalunya dengan menulis.
“Banyak cara yang dapat dilakukan untuk keluar dari kesedihan di masa lalu. Menulis adalah salah satu cara yang saya ambil untuk keluar dari kesedihan tersebut,” ujarnya.

Hector Abad Faciolince adalah seorang novelis literature Amerika latin yang berasal dari Kolombia, ayahnya bernama Hector Abad Gomez, sosok luar biasa yang meninggal dalam konflik yang terjadi di Kolombia. Sosok sang ayah diabadikan oleh Hector ke dalam sebuah buku berjudul “Oblivion:A Memoir”. “Ketika ayah saya meninggal saya merasa sangat sedih dan saya tidak dapat berpikir dengan benar. Ada sesuatu di dalam pikiran saya yang ingin saya curahkan dan dengan menulis buku tentang ayah saya ini ada kelegaan yang mulai tumbuh dalam diri saya,” ujarnya.

Kisah tentang Hector Abad Gomez tidak hanya tertuang dalam sebuah buku namun juga dituangkan dalam sebuah film documenter berjudul “Carta A Una Sombra”. Dalam film tersebut memuat perjuangan dari Hector Abad Gomez hingga akhirnya dirinya meninggal pada tanggal 25 Agustus 1987 akibat konflik yang terjadi di Kolombia. “Film ini bukanlah sebuah karya fiksi namun fakta, memori tentang ayah saya. Tidak ada kebohongan ataupun kepentingan di dalam film ini. Sama dengan apa yang ada di buku saya. Di film ini anda akan mendengar banyak suara dari ayah saya,” tambahnya.

Hector juga mengatakan bahwa terdapat sebuah pesan di dalam film tersebut yang mengatakan bahwa jika ingin melakukan sebuah perubahan maka tidak bisa hanya duduk dan diam di dalam rumah. “Lakukanlah sesuatu dengan sungguh-sungguh di dalam hidupmu,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Hector juga mengatakan bahwa dalam kehidupan ini, kita harus melakukan sesuatu yang benar dan baik untuk kehidupan serta sekitar kita. “ Yang paling penting adalah lakukanlah apa yang mau kamu lakukan di hidupmu dan tebarkanlah cinta serta kasih sayang di sekitarmu,” tambahnya.

Sementara itu Noor Qomaria Agustina, S.Pd.,M.Hum selaku Kepala Language Training Center UMY juga berharap agar dengan adanya film tersebut mahasiswa bisa mendapatkan pemahaman budaya dari negara lain. “Semoga dengan adanya film ini nantinya akan ada pemahaman kebudayaan dan kita bisa saling memahami serta belajar banyak, mendapat inspirasi supaya kedepannya bisa menjadi manusia-manusia yang berguna bagi orang banyak,” ujarnya.

Kegiatan Movie Screening tersebut diselenggarakan atas kerjasama International Relation Office (IRO) dan Language Training Center (LTC) UMY serta Ministry of Foreign Affairs Kedutaan Besar Kolombia untuk Indonesia. (zaki)