Masyarakat dan Mahasiswa Dituntut Bisa Saving Energy

April 11, 2014 oleh : BHP UMY

Kebutuhan energi saat ini dianggap penting di seluruh dunia. Apalagi hal ini didukung oleh pertambahan jumlah penduduk yang meningkat setiap tahunnya. Namun di sisi lain, penggunaan listrik semakin banyak dan hal ini justru semakin memperbanyak pengurangan CO2 di bumi. Karena itulah, masyarakat dan mahasiswanya hendaknya belajar untuk lebih bisa menggunakan energi secukupnya saja, atau dengan kata lain saving energy.

Demikian diungkapkan Guntur Djokko Poerboyo perwakilan dari PT. Schneider Elektrik Indonesia, saat menjadi narasumber dalam seminar “Perkembangan Dunia Kelistrikan dan Industri di Indonesia serta Ketenagaan Listrik”, di ruang sidang utama gedung AR. Fakhruddin B lantai 5 Kampus Terpadu UMY, Kamis (3/4). Seminar yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UMY ini merupakan rangkaian acara dari Semarak Teknik 2014 dan sudah diadakan pada tiap tahunnya. Acara ini juga didukung dan dihadiri oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro Ir.Agus Jamur, M. Eng dan beberapa dosen yaitu Iswanto, M. Eng, Ir. Slamet Suripto. M. Eng, Rama Okta Wiyagi. S.T, Anna Nur Azizah Chamim S. T.​

Dalam pemaparannya, Guntur mengatakan bahwa saat ini semakin banyak tantangan yang dihadapi oleh masyarakat terkait ketersediaan energi. Untuk itulah mengapa saving energy tersebut dianggap penting, sebab jika tidak dikontrol penggunaannya, maka bisa-bisa energi itu akan habis. “Jadi, dibutuhkan beberapa langkah untuk melakukan saving energy ini, antara lain seperti measure, fix the basic, automale, serta monitor dan improve,” ujarnya.

Measure merupakan langkah yang ditempuh dengan cara mengukur bagaimana atau seberapa jauh kita menggunakan energi untuk memenuhi kebutuhan kita. “Kemudian Fix the basic berguna untuk menurunkan standar penggunaan listrik. Lalu automale, kita melakukan penggunaan energi berjalan dengan otomatis. Sementara monitor dan improve digunakan untuk memonitor seberapa jauh kita dapat men-saving energy yang kita gunakan, serta melakukan improvisasi terhadap terhadap teknologi dalam men-saving energy,” jelasnya.

Namun, diantara hal itu semua menurut Guntur, masih ada satu hal lagi yang sangat penting dan harus diutamakan, yakni kebiasaan kita dalam menggunakan energi. Karena penggunaan energi secara berlebihan juga dapat menyebabkan kelangkaan energi di masa mendatang. “Tapi, diantara itu semua, masih ada hal penting lainnya yang harus diperhatikan dan diutamakan bersama, yaitu merubah kebiasaan kita dalam menggunakan energi,” pungkasnya.

Di sisi lain, Muhammad Faisal Ramadhan selaku ketua panitia mengungkapkan ketertarikannya mengikuti penjelasan dari Guntur. Sebab dengan begitu bisa membuka lebih luas lagi pengetahuan mereka tentang teknik elektro. “Kami berharap semoga seminar ini dapat memberi pengetahuan dan membuka mata mahasiswa elektro jika industry elektonika itu luas. Selain itu seminar ini juga dapat mem-branding jurusan Teknologi Elektro untuk anak-anak SMA sederajat,”ujarnya.(Annisa)