Manusia Jangan Kalah Oleh Robot

Mei 31, 2018 oleh : BHP UMY

Dunia saat ini sudah memasuki era industri keempat, dimana teknologi semakin menjadi hal yang penting bagi umat manusia. Bahkan dapat mempermudah atau mengambil alih tugas-tugas yang dulunya dilakukan oleh manusia, seperti hadirnya artificial intelligence (kecerdasan buatan). Menanggapi kondisi tersebut, sudah sepatutnya bagi manusia untuk bisa terus berpikir mengikuti kemajuan teknologi ini, agar tidak kalah oleh robot.

Demikian disampaikan Sri Atmaja P. Rosyidi. S.T., M.Sc.Eng., Pj.D., PE. Selaku ketua Kompetisi Robot Indonesia (KRI) Tingkat Nasional 2018. Saat ditemui di sela-sela persiapan KRI Nasional 2018 tersebut Sri juga memberikan beberapa contoh dampak dari revolusi industri keempat tersebut. Yakni adanya e-commerce bussines (bisnis online), aplikasi-aplikasi online dan internet banking yang tidak lain juga merupakan produk revolusi industri dalam internet thinking.

Berlandaskan hal itu pulalah, Kompetisi Robot Indonesia 2018 kali ini mengusung tema intelligently think mechanically linked. Dijelaskan oleh Sri Atmaja maksud dari tema ini adalah bagaimana menghubungkan kecerdasan buatan dengan mekanisme robotic untuk mengatur atau mengelola suatu hal, contohnya seperti pekerjaan manusia. “intelligently think itu sebenaranya kami ambil dari artificial intelligent. Jadi mekanisme berfikir ini sifatnya adalah terpola dan pola itu kemudian dikenali ataupun dikaji dan direspon yang kemudian membentuk sebuah pemikiran yang kita sebut artificial intelligent atau kecerdasan buatan. Sementara mechanically linked itu mengandung makna bahwa robot itu kan teknologinya adalah mekanik, jadi antara kecerdasan dan mekanik ini dihubungkan. Contohnya seperti robot humanoid yang dapat berprilaku seperti manusia dalam sisi fungsi, seperti menyapu hingga membuat mobil dan sebagainya dan hal ini efisien dalam membantu manusia,” ujar sri atmaja.

Di sisi lain, Sri juga berpesan agar kita (manusia, red) bisa berfikir kreatif dengan mengikuti kemajuan teknologi saat ini, agar tidak kalah oleh robot. “Sebetulnya robot-robot itu otaknya tetap di manusia. Tapi kalau manusia terlena dengan tidak lagi berfikir kreatif menggunakan pola berfikir secara optimal dan tidak mengedepankan pola berfikir, ya kita akan kalah dengan robot. Pada akhirnya di sinilah kemudian tema ini mendorong mahasiswa untuk terus berfikir kreatif, juga untuk menyadarkan masyarakat bahwa sudah saatnya kita adaptif terhadap perkembangan teknologi yang berkembang semakin canggih lagi ” tegasnya.

Dengan tema tema intelligently think mechanically linked ini KRI 2018 diharapkan dapat berpengaruh positif terhadap mahasiswa dalam perkembangan teknologi era industri keempat “Diharapkan pula, sekembalinya dari kegiatan ini mahasiswa bisa memiliki kepedulian kepada lingkunganya yang kemudian mengajak komunitasnya untuk mengembangkan diri dalam hal atau aspek-aspek isu era industri keempat. Kemudian dapat melengkapi diri mereka dengan keterampilan-keterampilan, sehingga mereka bisa memiliki kompetensi-kompetensi tambahan dalam aspek teknologi robotik maupun artificial intelligent,” pungkas Sri Atmaja. (Pras)