Manajemen Bencana Diperlukan Dalam Penanganan Bencana

Januari 17, 2011 oleh : BHP UMY

Indonesia sebagai salah satu negara yang rawan terjadi bencana maka diperlukan upaya penanganan bencana yang cepat tanggap dalam melayani masyarakat. Serta diperlukan koordinasi baik secara struktural maupun organisasi dalam sebuah organisasi atau institusi.

Inilah yang kemudian mendorong Pusat Studi Muhammadiyah dan Perubahan Sosial Politik (PSM-PSP)  Lembaga Pengkajian, Pemberdayaan, pendidikan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LP3M UMY) menyelenggarakan ‘Focus Group Discussion (FGD) Manajemen Bencana Muhammadiyah dalam Erupsi Merapi 2010’ di Kampus Terpadu UMY Senin (17/1).

Menurut Ketua PSM-PSP, Asep Purnama Bahtiar,  S.Ag.,M.Si., pada saat kondisi darurat seperti pada saat kondisi, bencana mekanisme kerja suatu organisasi berjalan tidak seperti pada saat kondisi normal. “Sehingga diperlukan manajemen yang baik bagi suatu organisasi agar agar dapat berjalan sebagaimana mestinya yaitu dalam upaya penyelamatan dan pengurangan resiko maupun dampak bencana.”paparnya.

Terkait dengan manajemen bencana dijelaskan Asep dapat dibedakan menjadi tiga hal. “Pertama kegiatan yang disebut prabencana atau preimpact yang meliputi upaya pencegahan, mitigasi kesiapsiagaan dan peringatan dini. Kegiatan ini diperlukan, karena pada dasarnya bencana tidak dapat diprediksi kapan akan datang.”urainya.

Kegiatan kedua yaitu fase tanggap darurat atau transmergensi. “Kegiatan ini dilakukan pada saat terjadi bencana yang mencakup kegiatan tanggap darurat untuk meringankan penderitaan, bantuan darurat dan pengungsian. Tindakan yang diharapkan adalah menyelamatkan hidup korban dan menjaga harta benda yang masih tersisa. Selain itu juga menetapkan lokasi pengungsian agar bantuan logistik dan pelayanan kesehatan bisa terpusat sehingga kinerja penanganan pascabencana dapat berfungsi secara efektif.”ungkapnya.

Selanjutnya yang ketiga adalah kegiatan pasca bencana atau post impact. “Kegiatan ini mencakup kegaiatan pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi.  Perbaikan diutamakan kepada kebutuhan dasar masyarkat korban bencana seperti tempat tinggal, sanitasi dan MCK, serta dilanjutkan dengan perbaikan infrastruktur yang mendukung percepatan pemulihan sektor ekonomi warga yang menjadi korban bencana,”tambahnya.

Sementara itu Ketua LP3M, Dr. Mukti Fajar dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui kegiatan ini berharap nantinya dapat meningkatkan manajemen organisasi Muhammadiyah dalam menangani bencana. “Semoga dengan kegiatan ini Muhammadiyah akan semakin cepat tanggap dalam menghadapi bencana. Sehingga dapat melayani masyarakat dengan lebih baik,”tegasnya.