Mahasiswi UMY jadi wakil Pengembangan Wawasan Internasional ke Korea Selatan

September 22, 2010 oleh : BHP UMY

Tertarik mempelajari dan menerapkan ilmu dari negara maju kedalam komunitasnya di organisasi kemahasiswaan dan Indonesia yang lebih baik secara umumnya, Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (BEM-UMY), Ratna Sari Ritonga, terpilih dan menjadi salah satu wakil Indonesia dalam Program Pengembangan Wawasan Internasional ke Korea Selatan bagi pengurus BEM tingkat perguruan tinggi  diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional dengan Direktorat Kelembagaan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.

Dalam program ini, Ratna terpilih bersama 15 pimpinan BEM dari universitas di Indonesia untuk melakukan kunjungan dan studi banding ke Korea Selatan pada 26 September – 2 Oktober 2010.

Dalam program, Ratna akan memfokuskan pada kegiatan pengembangan mahasiswa organisasi dan upaya bagaimana melihat pemerintahan di Negara Korea Selatan bagi penduduknya. Sebelumnya, proses seleksi diikutinya melalui pengiriman makalah yang dilanjutkan dengan seleksi administratif dan presentasi kepada Direktorat Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi.

Selain itu, Ia juga menekankan bagaimana mencari figur ideal dalam menetapkan kriteria pemimpin yang bijaksana di era globalisasi saat ini. Menurutnya tantangan kedepan saat ini telah mencapai ke era globalisasi. Untuk itu diperlukan pemimpin yang bisa mengupayakan, mempertahankan dan mampu menghadapi segala hal yang tercipta di era globalisasi dengan kritis dan bijaksana.

Pemimpin inilah yang nantinya diharapkan bisa dianut oleh orang lain, “Dengan mengikuti program ini, saya berharap dapat menyerap ilmu sebanyaknya dari para peserta lain dan Korea Selatan dalam memimpin komunitas serta rakyatnya. Ilmu ini semoga bisa saya terapkan setidaknya di komunitas saya, di BEM UMY mengenai kepemimpinan, upaya mengisi era globalisasi tanpa meninggalkan budayanya sendiri,” tutur mahasiswi Kedokteran Umum UMY tersebut.

Selain itu, Ratna juga mengungkapkan keberangkatannya ke Korea Selatan dapat menjadi pembelajaran dan tempat berbagi pengalaman. Terkait keputusannya yang memilih Negara Korea Selatan dalam program ini, Ratna menjelaskan sebenarnya ada beberapa Negara yang menjadi tempat kunjungan selain Korea Selatan , diantaranya Turki dan India. “Namun saya memutuskan memilih Korea Selatan karena saya melihat Human Development Index berada pada posisi 26 terbaik dunia,” urainya di Kampus Terpadu UMY, Senin (20/9).

Ratna menambahkan dengan posisinya tersebut, Korea Selatan mencerminkan Negara maju di dunia yang memiliki beberapa indikator seperti angka harapan hidup yang mengindikasikan kesehatan penduduk dan umur panjang, sektor pendidikan yang diukur salah satunya dengan tingkat literasi atau kemampuan membaca bagi penduduk serta GDP perkapita sebagai indikator standar hidup. “Dengan pencapaian yang diperoleh Korea Selatan ini, saya berharap dapat bercermin serta belajar dari negara tersebut untuk kemudian dapat diterapkan kepada komunitas saya di BEM UMY secara khusus dan semoga dapat dikembangkan untuk menuju Indoenesia yang lebih baik,” ujar Sekretaris BEM UMY ini penuh harap.

Sharing is caring!