Mahasiswa UMY Presentasikan Pemberdayaan Difabel Melalui Kampung Batik Di AASIC

Juli 31, 2017 oleh : BHP UMY

Seiring dengan visi misi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai kampus Muda Mendunia, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UMY) mencoba terus menggalakan visi misi dengan secara terus menerus mendelegasikan para mahasiswanya untuk aktif mengikuti berbagai event international. Baru-baru ini, mahasiswa FEB, yakni Siham Madihah (Ilmu Ekonomi 2014), Mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul “Empoworing Livelihood Of Disabled People Through Batik Village”. Tulisan hasil karya mahasiswa FEB tersebut dipaparkan dalam acara “Asian Academic Society International Conference (AASIC) 2017” di Khon Khaen University International College Thailand. Acara tersebut berlangsung 2 hari sejak 26 Juli hingga 27 Juli 2017 yang lalu.

Acara yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) ini mengusung tema “Multidisciplinary Perspective Of Local Wisdom : Past, Present, and Future of ASIA.” Menurut Siham Madihah mahasiswa yang menjadi delegasi UMY dalam acara (AASIC), tulisan yang ia presentasikan salah satunya tentang pengembangan anak-anak penyandang disabilitas di Daerah Rejodani, Sleman, Yogykarta. “Untuk melakukan pengembangan itu sendiri ada beberapa proses pendekatan yang kami lakukan. Seperti memberikan motivasi supaya penyandang disabilitas lebih percaya diri, melakukan pembinaan secara berkelanjutan serta memahami karakter melalui pendekatan seperti mengetahui potensi yang dimiliki oleh anak-anak penyandang disabilitas. Pengembangan yang kami arahkan juga lebih kepada bagaimana cara membuat kerajinan batik, mulai dari alat yang harus dipersiapkan, pola, melukis, pewarnaan sampai proses pengeringan. Selain itu penyandang disabilitas juga tetap mengembangkan potensi yang sudah dimiliki sebelumnya seperti menjahit,” ujar Siham saat di wawancarai BHP UMY pada Senin (31/7).

Selain itu, Siham juga menekankan pada anak-anak penyandang disabilitas tersebut untuk bisa mengerti apa yang mereka lukis dalam kain batik, sehingga bisa menjiwai serta paham filosopi dari berbagai corak batik. “Untuk mengapresiasi kerajinan batik karya anak-anak penyandang disabilitas, saya pun menggunakan baju batik hasil karya mereka selama acara AASIC berlangsung dan memiliki kebanggaan tersendiri ketika memakai batik tersebut. Kemudian untuk mengembangkan masyarakat yang memilliki berkebutuhan khusus tentunya perlu ada dukungan dari berbagai pihak baik perguruan tinggi maupun Lembaga Swadaya Masyarakat. Jika banyak dukungan maka perkembangannya bisa dirasakan oleh berbagai pihak juga. Sehingga penyandang disabilitas tidak dipandang sebelah mata dan diberi kesempatan serta hak yang sama untuk bisa berkarya,” tandas Siham bimbingan dari dosen Diah Setyawati Dewanti, S.E., M.Sc.

Siham juga berharap, dari presentasi tersebut semua pihak bisa peduli terhadap anak-anak yang berkebutuhan khusus. “Selain itu juga saya mengharapkan hasil riset dan presentasi yang saya paparkan bisa diimplementasikan secara berkelanjutan. Baik itu potensi-potensi daerah maupun karya lokal seperti batik, sehingga bisa membantu perekonomian dan mengembangkan masyarakat khususnya penyandang disabilitas,” imbuhnya.

Selain pemaparan yang disampaikan oleh Siham, 2 mahasiswa dari International Program of Islamic Economics & Finance (IPIEF UMY) angkatan 2012 juga ikut mempresentasikan hasil risetnya. Keduanya yakni Puguh Prasetya Mulya dan Fitra Prasapa Widya yang memaparkan hasil risetnya bertemakan “Analysis Of Exchange Rate Fluctuation Using Vector Error Correction Model (Vecm) From 2010 To 2015.” Penelitian yang mereka lakukan membahas tentang analisis Fluktuasi Nilai Tukar Menggunakan Model Koreksi Kesalahan Vektor. (sumali)

Sharing is caring!