Mahasiswa Profesi Keperawatan UMY Bantu Warga Suryodiningratan Aktifkan Bank Sampah

Juli 2, 2016 oleh : BHP UMY

IMG_20160609_162916

Setelah vakum selama 3 tahun, sistem Bank Sampah yang berada di Kelurahan Suryodiningratan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta kembali diaktifkan. Pengaktifan kembali sistem Bank Sampah tersebut dilakukan oleh mahasiswa Profesi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keperawatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan XXIII. Gagasan untuk mengaktifkan kembali sistem Bank Sampah tersebut muncul setelah mereka setelah melakukan pengkajian kesehatan terhadap komunitas dan keluarga di RW 14 Kelurahan Suryodiningratan. Dalam kajian tersebut ditemukan tiga permasalahan utama, yang satu diantaranya adalah pengelolaan sampah rumah tangga.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Dianita Sugiyo, S.Kep., Ns., MHD selaku dosen pembimbing lima mahasiswa profesi keperawatan yang menggagas kembali Bank Sampah tersebut, pada Sabtu (2/7). Menurutnya, permasalahan yang ditemui oleh kelima mahasiswanya tersebut akan diselesaikan dengan cara menghidupakan kembali sistem Bank Sampah. “Pada tanggal 8 Juni yang lalu, mahasiswa kami sudah melakukan FGD (Focus Grup Discussion) dengan warga setempat untuk mendiskusikan kegiatan bank sampah dan membentuk kepengurusannya yang baru. Dari hasil FGD ini kepengurusan yang baru juga telah terbentuk, yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan kader bank sampah yang berjumlah dua orang dari setiap RT nya,” jelasnya.

Setelah terbentukanya kepengurusan bank sampah yang baru, Dianita melanjutkan, mahasiswa melakukan pengenalan bank sampah kembali dan mendata warga-warga yang bersedia menjadi nasabah bank sampah. “Kegiatan bank sampah yang ada di RW 14 itu sebenarnya sudah berjalan, tetapi hanya di RT 48 dan RT 49, dan minat warga untuk ikut dalam kegiatan bank sampah ini masih minim. Maka dari itu, mahasiswa kami memberikan dorongan kepada warga untuk meningkatkan minatnya terhadap kegiatan bank sampah ini,” ujarnya lagi.

Selain itu, menurut Dianita, dari diskusi tersebut juga menghasilkan SOP (standart operating procedure) pengambilan sampah. SOP tersebut antara lain berisi, warga melakukan pemilahan sampah dengan wadah yang sudah disesuaikan; warga akan mengumpulkan sampah setiap 1 bulan sekali di tempat yang sudah ditentukan untuk penampungan sampah, yang nantinya langsung diangkut oleh pengepul; dan yang ketiga, kader melakukan pemilahan sampah di TPS (tempat pembuangan sementara.

Selain mengadakan FGD, lima mahasiswa profesi keperawatan UMY yang terdiri dari Arief Tri Wibowo, Syamsudin Ali Akbar, Indra Purnama, Astria Wulantri, dan Farida Nuraini ini juga bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta dan Petugas khusus yang ada di Kelurahan Suryodiningratan. “Petugas di sini yaitu seorang warga yang sudah dipilih oleh BLH yang ditugaskan untuk mengawasi berjalannya sistem bank sampah di RW 14,” imbuh Dianita lagi.

Dianita pun berharap dengan terbentuknya kepengurusan yang baru tersebut, bank sampah yang berada di RW 14 Kelurahan Suryodiningratan bisa berjalan dengan baik. “Selain itu, mahasiswa juga dijadwalkan melakukan mentoring dan evaluasi pada minggu pertama pelaksanaan bank sampah ini. Mentoring dan evaluasi yang singkat ini sehubungan dengan masa stase mahasiswa yang hanya 6 minggu di daerah tersebut,” tutupnya.