Mahasiswa PBJ UMY Jadi Delegasi Ke Jepang

Januari 24, 2015 oleh : BHP UMY
Ikhwanul Muslimin saat diwawancara  di Ka. Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Muhammadiyah Yogykarta

Ikhwanul Muslimin saat diwawancara di Ka. Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Muhammadiyah Yogykarta

Yayasan Japan International Coorperation Center kembali membuka peluang bagi para pemuda Indonesia untuk bisa berkunjung ke Jepang. Melalui progam JENESYS (Japan East Asia Network of Exchange Student and Youth) inilah para pemuda Indonesia  dapat berkunjung ke Jepang. Pelaksanaan program ini akan berlasung selama sepekan yaitu pada tanggal 26 Januari hingga 3 Februari 2014. Pada program ini mereka  juga mendapatkan kesempatan untuk bisa mengenalkan budaya Indonesia di hadapan pemuda dari negara lain. Dan salah satu pemuda yang berkesempatan menjadi delegasi dalam program ini adalah Ikhwanul Muslimin, yang saat ini tedaftar sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Untuk lolos menjadi delegasi dalam program JENESYS ini, sebenarnya bukan hal yang mudah bagi Ikhwanul. Ada beberapa seleksi yang harus dilakukan untuk bisa menapakkan kakinya di negeri sakura tersebut. Tes tertulis dan wawancara menjadi jalan untuk bisa mewujudkan keinginannya.

Pembimbing Ikhwanul, Sonda Sonjaya, S.S., M.Pd mengatakan, untuk bisa apply dalam program JENEYS, Ikhwanul terlebih dahulu harus mengikuti seleksi internal yang dilakukan secara khusus oleh prodi BPJ, karena para peminatnya yang cukup banyak. “Hal pertama yang harus dilakukan oleh peserta terlebih dahulu adalah tes tertulis dan wawancara. Untuk seleksi internal ini dimulai pada bulan  november, dan waktu itu sudah ada belasan peserta yang mengikuti tes tertulis, akhirnya pada tahap wawancara terpilihlah lima mahasiswa, “ jelasnya saat ditemui di ruang Prodi PBJ UMY, Kamis (22/01) .

Pada proses wawancara, lanjut Sonda, kelima mahasiswa tersebut di tes dengan menggunakan bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Tes tersebut juga bukan hanya pada kemampuan bahasa saja tetapi juga pengetahuan budaya serta kemampuan diri untuk bisa mempromosikan negaranya dihadapan 48 peserta dari seluruh dunia. Dari seleksi wawancara tersebut akhirnya Ikhwanul yang mendapat kesempatan untuk apply ke JENESYS.

Adapun tujuan dari program ini adalah untuk mempererat silaturahim dan memperkenalkan budaya Jepang kepada para pemuda sebagai penopang generasi masa depan. “Sebenarnya tujuan utama dari program ini adalah ajang mempererat pemuda Jepang dengan pemuda di seluruh dunia. Selain itu adanya hubungan diplomasi agar lebih erat lagi, “ papar Sonda lagi.

Sementara itu, Ikhwanul menjelaskan kegiatan yang nantinya akan dilakukan pada program tersebut. Menurutnya, Sesampainya para peserta di Jepang, peserta harus mengikuti beberapa kegiatan yang disiapkan oleh panitia. Di tahun kedua ini JENESYS tahun ini mengusung tema “Japanese Language 13th Batch”. “Ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan oleh peserta dalam program ini, antar lain adalah pertukaran budaya, pengetahuan mengenai kehidupan di Jepang, dan penggunaan bahasa Jepang. Sebab tema yang diusung tahun ini adalah tentang bahasa Jepang, “ kata Ikhwanul.

Bukan hanya itu saja, lanjut Ikhwanul, ada pula program rincian yang harus dikembangkan antara lain, melakukan kunjungan ke perusahaan Jepang, mempelajari sejarah dan budaya tradisional di Jepang, mengunjungi sekolah Kofu First High School, Hokuto High School, dan Yamanshi Gakuin University, homestay, dan workshop. “Kunjungan ke perusahaan Jepang ini akan diwakili oleh Strawberry Picking Experience sebagai industri lokal, sedangkan pada industri regionalnya, kami akan mengunjungi Suntory Tennensui Southem Alps Hakushu Factory,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut nantinya peserta akan dibagi menjadi dua kelompok yaitu group A dan grup B. Namun, sampai saat ini peserta memang belum dibagi, karena belum adanya koordinasi dari panitia. “Sampai saat ini belum ada koordinasi dari pihak panitia, tapi menurut informasi yang didapat untuk penentuan kelompok akan ditentukan setelah tiba di Jakarta nantinya, “ jelas Ikhwanul lagi.

Sementara untuk persiapannya sendiri, Ikhwanul mengakui bahwa persiapan yang saat ini dilakukan masih sebatas pada pakaian dan persiapan presentasi. Ikhwanul pun berencana akan mempresentasikan tentang budaya indonesia terkait dengan pakaian adat Jawa atau batik. “Rencananya nanti saya akan memperkenalkan budaya Indonesia dengan media pakaian adat Jawa atau batik. Karena saya merupakan orang asli Jawa, selain itu kenapa saya pilih batik karena saya asli pekalongan, dan pekalongan kan terkenal dengan batiknya, jadi saya pilih itu, “ jelasnya.

Ikhwanul berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan bisa mengasah kemampuannya dalam berbahasa Jepang. “Selain itu juga, saya berharap bisa lebih mengenali kebudayaan Jepang dan kehidupan asli orang Jepang. Apalagi ada program homestay, jadi bisa lebih mengenal gaya dan kehidupan orang Jepang,” imbuhnya.