Mahasiswa KKN UMY Bangun Perpustakaan Mini ‘Omah Woco’ di Dusun Batur

September 12, 2019 oleh : BHP UMY

Membaca merupakan cara yang sangat baik untuk menambah wawasan, memperbanyak kosa kata maupun meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan membaca kecerdasan seseorang menjadi lebih baik dan menjadi bijak ketika mengambil segala keputusan. Dengan begitu maka akan terwujud generasi-generasi pemimpin bangsa yang bijak dan baik akhlaknya.

Dalam menanggapi permasalahan itu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kelompok 73 yang melaksanakan KKN di Dusun Batur, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan Sleman Yogyakarta membuat sebuah perpustakaan mini yang diberi nama “Omah Woco” atau dalam bahasa Indonesia artinya “Rumah Baca”. KKN 73 memanfaatkan bangunan kosong yang berada tepat di samping masjid Al-Jabal Nur padukuhan Batur untuk dijadikan sebagai perpustakaan mini yang nyaman digunakan untuk membaca maupun belajar.

Mahasiswa KKN 073 UMY dibantu warga padukuhan Batur berhasil mengumpulkan buku-buku donasi dari masyarakat, buku-buku yang ada sangat variatif mulai dari buku Cerita Nabi, Sunnah Agama Islam, Novel Remaja, Ilmu Pengetahuan, dan masih banyak lagi buku anak-anak hingga orang dewasa. “Omah Woco itu, telah dikelola oleh Pengurus Masjid dan akan bermanfaat untuk anak-anak yang TPA di sore hari, setelah mereka TPA bisa kemudian belajar dan membaca di situ,” ungkap Pak Wowok salah satu perangkat Dusun Batur, Kamis (12/09).

Perpustakaan mini tersebut masuk ke dalam program kerja utama yang menjadi tema KKN Tematik Kelompok 73 ini yaitu dapat meningkatkan SDM melalui program pemerintah DIY yaitu Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS). “Salah satu poin pokoknya adalah Pendidikan intelektual yang maju dan berakhlak mulia, oleh sebab itu dengan adanya Omah Woco di Masjid ini semoga bisa menjadi nilai tambah yang mendukung upaya peningkatan SDM masyarakat. Utamanya adalah anak-anak demi menyongsong generasi yang lebih baik dari segi ilmu dan akhlaknya melalui penanaman nilai-nilai Islam,” sambung Rita Kusumawati, Dosen Pembimbing Lapangan KKN 73 UMY.

Sementara itu ketua kelompok KKN 73 UMY Suharli menyebutkan pentingnya pemberian ilmu khususnya kepada anak-anak generasi penerus bangsa, sehingga terbentuklah program kerja perpustakaan mini untuk menunjang keperluan membaca mereka. “Seperti kata bijak Buya Hamka ‘Iman Tanpa Ilmu Bagaikan Lentera di Tangan Bayi dan Ilmu Tanpa Iman Bagaikan Lentera di Tangan Pencuri’ itulah mengapa ilmu perlu diiringi dengan Iman Agama yang baik agar kehidupan menjadi lebih baik dan damai,” tutup Suharli selaku ketua kelompok KKN 73 UMY.” (Hbb)