Mahasiswa HI UMY Ikuti Youth Leadership Camp for Climate Change

Maret 14, 2017 oleh : BHP UMY

Lima mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berkesempatan mengikuti Youth Leadership Camp for Climate Change yang diselenggarakan oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Event tersebut dilaksanakan selama 3 hari pada 4 Februari hingga 6 Februari di situs Biosphere Cibodas.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Sandi Nursahamdani, Widya Puspitasari, Muhammad Ammar Hidayatulloh, Andi Firmansyah, dan Miraj Maghfirah. Widya mengungkapkan bahwa ada kurang lebih 800 mahasiswa yang mendaftar dalam ajang yang diselenggarakan oleh UNESCO tersebut. “Namun yang dipilih hanya 50 mahasiswa saja atau 10 tim. Satu tim terdiri dari 5 orang,” jelas Widya saat ditemui di Biro Humas UMY pada Selasa (14/3).

Selama mengikuti kegiatan, Widya menuturkan, para peserta diberikan pembekalan terkait climate change (perubahan iklim) dan beberapa penanganan terhadap kasus climate change. “Kami juga diberikan materi tentang pembuatan video terkait campaign (kampanye) climate change. Di hari terakhir kami diminta untuk mempresentasikannya. Konten video diambil di sekitar situs biosphere Cibodas, yang mana situs tersebut dinobatkan oleh UNESCO sebagai salah satu situs heritage,” jelas Widya.

Andi Firmansyah, selaku peserta lain dari HI UMY, menerangkan bahwa kegiatan tersebut tidak berhenti di situ saja. “Ada banyak post-event atau kegiatan lanjutan setelah kegiatan di Cibodas berakhir. Dan kami dipantau untuk melakukan post-event dan diminta membuat laporan. Satu peserta yang berhasil mendapatkan nilai terbaik akan diajak ke Amerika Serikat,” jelas Andi.

Kegiatan post-event yang dilakukan tim UMY, disebutkan Andi, bekerja sama dengan BEM FISIPOL UMY. “Kegiatan post-event yang diadakan antara lain peer education forum, mensosialisasikan climate change (perubahan iklim) di kalangan mahasiswa, membuat action plan dalam jangka Februari hingga Mei, dan ada juga program penanaman pohon bekerja sama dengan SEA (Student English Activity) UMY,” jelas Andi.

Andi mengutarakan bahwa kegiatan Youth Camp membawa manfaat tersendiri baginya. “Saat diberikan materi workshop pembuatan film, kami jadi tahu cara untuk mengkomunikasikan kesadaran terhadap climate change, dan kontribusi seperti apa yang dapat diberikan oleh mahasiswa. Kami juga tahu terkait carbon footprint, yaitu setiap aktivitas menghasilkan carbon yang berpengaruh pada climate change. Contohnya seperti mengecharge handphone yang berlebihan, dan lampu yang menyala terus menerus,” jelas Andi.

Sementara itu, Widya kembali mengungkapkan bahwa timnya akan senantiasa mengajak mahasiswa UMY untuk lebih meningkatkan kesadaran terhadap climate change, terutama kapasitas UMY sebagai green campus. “Kami ingin lanjut ikut pada kompetisi green campus yang diadakan oleh UMY. Kami ingin menyebarkan pesan bahwa kita selaku civitas akademika merupakan orang yang berpendidikan, sehingga kita harus lebih sadar dan bertanggung jawab pada lingkungan di sekitar kita. Seperti tidak boros dalam menggunakan air, membuang sampah pada tempatnya, dan tidak merokok di kampus,” tutup Widya. (deansa)