Mahasiswa FKIK UMY Selenggarakan Semarak Ramadhan, Puasa Bukan Alasan untuk tidak melakukan Aktifitas

Agustus 11, 2011 oleh : BHP UMY

Puasa bukanlah suatu alasan untuk melakukan perbuatan yang kurang produktif. Karena banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi bulan ramadhan dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Hal inilah yang kemudian mendorong mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK-UMY) menyelenggarakan ‘Semarak Ramadhan’ 10 hingga 22 Agustus mendatang.

Menurut Koordinator Semarak Ramadhan, Rizki Utari, seringkali puasa dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Padahal banyak manfaat yang diperoleh ketika kita tetap beraktifitas ketika berpuasa. Walaupun berpuasa tubuh manusia juga harus tetap beraktifitas. Orang sehat tidak akan mati hanya karena berpuasa selama beberapa jam. Karena banyak penelitian yang menjelaskan mengenai manfaat berpuasa bagi tubuh manusia.

“Salah satunya berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Ketika berpuasa, produksi sel darah putih bertambah sehingga orang-orang yang berpuasa akan memiliki daya tahan tubuh yang baik dan tidak mudah terserang penyakit,”urainya ketika ditemui menjelang pembukaan Semarak Ramadhan di Kampus Terpadu Selasa (10/8).

Selain itu selama sebelas bulan tubuh manusia beraktifitas normal dan terus makan. Hal ini akan menyebabkan dinding usus bagian dalam jadi terlapisi lemak. “Jika berlangsung lama maka lemak yang terurai oleh getah pencernaan akan berubah menjadi bahan yang membusuk dan berpotensi mempengaruhi sel berkembang menjadi tidak normal. Misalnya timbul kanker. Untuk itu diperlukan mekanisme pembersihan saluran cerna yang dapat menjamin pembersihan dinding dalam usus secara optimal. Dan berpuasa adalah jawaban yang tepat.”ujarnya.

Rizki menambahkan berpuasa ternyata juga dapat memenuhi empat standar kesehatan yang diterapkan oleh World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia. “WHO telah menerapkan empat standar kesehatan yang meliputi sehat secara fisik, psikis, sosial dan spiritual. Setelah diadakan penelitian dari data-data yang valid ditemukan bahwa puasa ternyata dapat memenuhi keempat dimensi standar kesehatan tersebut.”tambahnya.

Terkait dengan Semarak Ramadhan, dijelaskan Rizki banyak kegiatan yang akan diselenggarakan. Mulai dari sahur maupun buka bersama, bazar ngabuburit maupun talkshow. “Bazar ngabuburit itu merupakan bazar makanan untuk persiapan buka buasa untuk mahasiswa maupun masyarakat sekitar kampus. Kemudian ada sahur dan buka bersama, Generasi Qurani yaitu kegiatan hafalan ayat suci Al-Quran. Lalu pada 22 Agustus mendatang diselenggarakan talk show yang diagendakan dihadiri penulis novel Ketika Cinta Bertasbih (KCB), Habiburahman el Shirazy serta salah satu pemain film KCB, Kholidi Asadil Alam,”jelasnya.Puasa bukanlah suatu alasan untuk melakukan perbuatan yang kurang produktif. Karena banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi bulan ramadhan dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Hal inilah yang kemudian mendorong mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK-UMY) menyelenggarakan ‘Semarak Ramadhan’ 10 hingga 22 Agustus mendatang.

Menurut Koordinator Semarak Ramadhan, Rizki Utari, seringkali puasa dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Padahal banyak manfaat yang diperoleh ketika kita tetap beraktifitas ketika berpuasa. Walaupun berpuasa tubuh manusia juga harus tetap beraktifitas. Orang sehat tidak akan mati hanya karena berpuasa selama beberapa jam. Karena banyak penelitian yang menjelaskan mengenai manfaat berpuasa bagi tubuh manusia.

“Salah satunya berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Ketika berpuasa, produksi sel darah putih bertambah sehingga orang-orang yang berpuasa akan memiliki daya tahan tubuh yang baik dan tidak mudah terserang penyakit,”urainya ketika ditemui menjelang pembukaan Semarak Ramadhan di Kampus Terpadu Selasa (10/8).

Selain itu selama sebelas bulan tubuh manusia beraktifitas normal dan terus makan. Hal ini akan menyebabkan dinding usus bagian dalam jadi terlapisi lemak. “Jika berlangsung lama maka lemak yang terurai oleh getah pencernaan akan berubah menjadi bahan yang membusuk dan berpotensi mempengaruhi sel berkembang menjadi tidak normal. Misalnya timbul kanker. Untuk itu diperlukan mekanisme pembersihan saluran cerna yang dapat menjamin pembersihan dinding dalam usus secara optimal. Dan berpuasa adalah jawaban yang tepat.”ujarnya.

Rizki menambahkan berpuasa ternyata juga dapat memenuhi empat standar kesehatan yang diterapkan oleh World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia. “WHO telah menerapkan empat standar kesehatan yang meliputi sehat secara fisik, psikis, sosial dan spiritual. Setelah diadakan penelitian dari data-data yang valid ditemukan bahwa puasa ternyata dapat memenuhi keempat dimensi standar kesehatan tersebut.”tambahnya.

Terkait dengan Semarak Ramadhan, dijelaskan Rizki banyak kegiatan yang akan diselenggarakan. Mulai dari sahur maupun buka bersama, bazar ngabuburit maupun talkshow. “Bazar ngabuburit itu merupakan bazar makanan untuk persiapan buka buasa untuk mahasiswa maupun masyarakat sekitar kampus. Kemudian ada sahur dan buka bersama, Generasi Qurani yaitu kegiatan hafalan ayat suci Al-Quran. Lalu pada 22 Agustus mendatang diselenggarakan talk show yang diagendakan dihadiri penulis novel Ketika Cinta Bertasbih (KCB), Habiburahman el Shirazy serta salah satu pemain film KCB, Kholidi Asadil Alam,”jelasnya.