Mahasiswa Australia Jalani Program New Colombo Plan di UMY

Mei 27, 2019 oleh : BHP UMY

Kerja sama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan banyak universitas luar negeri menjadi salah satu misi UMY untuk menjadi International Reputable University pada 2020 mendatang, salah satunya UMY bekerja sama dengan Curtin University Australia dalam program New Colombo Plan yang didukung langsung oleh pemerintahan Australia. “Ada 5 mahasiswa dari Curtin University yang mengikuti program ini dan semuanya merupakan mahsiswa arsitektur,” terang Eko Priyo Purnomo, M.Res., Ph.D Executive Director of Cooperation and International Affairs UMY.

“ Program New Colombo Plan merupakan program internship, 5 mahasiswa yang mengikuti program ini akan meneliti stuktur bangunan di Indonesia melalui Yogyakarta. Untuk mendukung hal tersebut kami yang telah bekerja sama dengan Curtin University akan membantu membimbing mereka dalam melakukan kegiatan internship dengan mengirimkan dosen-dosen kami yang expert dalam bidang bangunan,” jelas Eko pada penyambutan kedatangan mahasiswa Curtin University pada Senin (27/5) di Ruang Sidang Direktur Gedung Pascasarjana UMY.

Program tersebut akan berjalan hingga awal agustus 2019, selama kurun waktu itu dengan dibimbing oleh dosen UMY selain meneliti struktur bangunan, mereka juga harus dapat memahami perbedaannya bukan hanya tahu akan bedanya saja, hal itu dikatakan oleh Assoc. Prof. Shahed Khan selaku dosen Design and Built Environment Curtin University. Selain itu menurut Shahed UMY merupakan Universitas yang tepat bagi mahasiswanya untuk belajar memahami struktur bangunan di Yogyakarta dikarenakan banyaknya relasi dan dosen-dosen expert yang dimiliki oleh UMY, bahkan lebih dari itu ia percaya mahasiswanya juga dapat belajar mengenai perbedaan budaya dan nilai-nilai kemanusiaan melalui UMY.

“Saya harap dengan kalian berada di UMY, bukan hanya nilai sains dan menyelesaikan program internship namun juga memahami nilai-nilai manusia dan bermanfaat bagi manusia melalui penelitian kalian. Dengan mengetahui perbedaan struktur bangunan saja itu tidak cukup tapi kalian harus memahami mengapa perbedaan tersebut bisa terjadi juga melihat fenomena-fenomena masyarakat melalui struktur bangunan. Itu akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kalian dan bermanfaat bagi masa depan,” pungkas Shahed. (alfath)