Luncurkan Buku Perdana, UMY Press Resmi Jadi Penerbit

September 30, 2017 oleh : BHP UMY

Lembaga Penelitian, Publikasi & Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Suara Muhammadiyah meresmikan UMY Press sebagai wadah untuk membukukan ilmu dan pemikiran dari para cendekiawan yang berkontribusi untuk masyarakat luas. Peremian ini dilaksanakan pada hari Sabtu (30/9) di Ruang Konvensi Asri Medical Center (AMC). Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ir. Sukamta, MT.,IPM. bahwa Ali bin Abi Tholib pernah berkata bahwa perumpaan ilmu adalah seperti unta yang liar, maka ikatlah ilmu itu dengan menulisnya.

Sukamta juga menyebutkan bahwa ini merupakan usaha UMY dalam mewujudkan visinya untuk menjadi universitas yang unggul dalam bidang kelimuan dan juga Islami. “Kami yakin bahwa untuk menjadi unggul, kami harus rajin-rajin menulis dan berkarya. Karena itu kami mendorong setiap tenaga pendidik di kampus UMY ini untuk membuat karya tulis yang berkualitas agar dapat dimasukan dalam indeks SCOPUS. Karya-karya yang membangun itulah yang nanti akan kami terbitkan melalui UMY Press. Diharapkan UMY Press ini dapat menjadi sumber input pemasukan dari luar, karena selain untuk membantu keuangan kampus hal tersebut juga dituntut oleh BAN-PT dan juga QS Stars sebagai bagian dari internasioanalisasi. Bahkan menurut QS Stars harus ada pemasukan 70 persen di luar pemasukan yang didapat dari mahasiswa, ini yang kami coba untuk kita penuhi secara bertahap,” ujar Sukamta dalam sambutannya.

Pada kesempatan ini pula diadakan peluncuran buku perdana dari Penerbit UMY Press, yang berjudul “Bulan Sabit Terbit Di Atas Pohon Beringin, Studi tentang Pergerakan Muhammadiyah di Kotagede sekitar 1910 -2010”. “Buku merupakan medium yang sangat efektif dalam melakukan transfer pengetahuan dan pemikiran dari satu orang ke lainnya. Inilah yang dilakukan LP3M UMY untuk mengelola arus perpindahan ilmu dan pemikiran dari para cendekiawan. Untuk itu kami berterima kasih pada Prof. Nakamura karena sudah memberikan izin untuk kembali menerbitkan buku yang sangat menarik ini. Juga kepada Suara Muhammadiyah yang telah berkolaborasi dengan kami, semoga kedepannya kita dapat bekerjasama untuk menerbitkan buku-buku yang bermanfaat bagi masyarakat agar mereka menjadi generasi yang berkemajuan,” ujar Dr. Ir. Gatot Supangkat,M.P, Ketua LP3M.

Penulis dari buku Bulan Sabit Terbit Di Atas Pohon Beringin, Prof. Mitsuo Nakamura juga berkesempatan hadir dalam agenda ini. “Ada alasan mengapa saya memilih Bulan Sabit sebagai representasi dari Muhammadiyah dan bukannya Matahari. Saya terinspirasi dari seorang peneliti Islam dari Yale University, ia memiliki pemikiran yang berbeda dengan Clifford Geertz, penulis Religion of Java yang mengatakan bahwa Islam akan meredup di Indonesia akibat bercampurnya Islam dengan aliran kebatinan yang menguat pada era Orde Baru. Ini yang berbeda, peneliti dari Yale ini mengatakan bahwa Islam akan bangkit di Indonesia. Terbukti dengan berbagai usaha yang dilakukan oleh para penjajah yang ingin menguasai Indonesia dulu, baik itu Portugis, Belanda, dan bahkan Jepang. Mungkin memang Islam di Indonesia mengalami naik dan turun, namun tidak bisa dibantah bahwa Islam merupakan salah satu pilar kekuatan rakyat Indonesia,” papar Nakamura.

Nakamura juga bercerita bahwa ia baru saja mendapat penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 22 September lalu. “Diberikan langsung oleh Dr. Muhajir Effendy, penghargaan ini diberikan kepada saya sebagai ahli dalam perkembangan dan komunitas Islam dan juga tokoh dialog antar budaya. Saya sangat senang sekali, karena penghargaan ini bukan hanya untuk saya seorang. Saya adalah Antropolog Sosial dan tugas saya adalah untuk mendengarkan orang ketika berbicara serta mengamati apa yang dia pikir dan lakukan. Ini mengharuskan saya untuk membangun sebuah jembatan penghubung yang ramah antara saya dan mereka. Hasilnya saya jadi punya banyak teman di Kotagede. Penghargaan yang saya terima ini sebenarnya juga ditujukan kepada anda yang berdialog dengan saya. Untuk itu saya ucapkan terima kasih,” tutup Nakamura. (raditia)

Sharing is caring!