Lulusan Perguruan Tinggi Cenderung Teoritis

Mei 20, 2011 oleh : BHP UMY

Lulusan Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta cenderung masih terlalu teoritis dan takut untuk bersaing. Padahal dunia industri saat ini membutuhkan tenaga-tenaga yang potensial, kreatif dan mampu bersaing.

Demikian disampaikan Kepala Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ir. Agung Astuti, M.Si dalam diskusi terbatas ‘Peluang Kerja Mahasiswa Pertanian’ di Kampus Terpadu UMY Jum’at (20/5) siang.

Untuk mengatasi hal tersebut banyak hal yang bisa dilakukan. “Seperti yang saat ini banyak dilakukan Perguruan Tinggi (PT) dengan memberikan pelatihan soft skill bagi mahasiswa. Sehingga banyak mahasiswa yang baru lulus atau fresh graduate yang langsung diterima di dunia industri,”urainya.

Selain pelatihan soft skill bagi mahasiswa, Dosen maupun PT bisa mengupayakan untuk adanya kuliah umum dari institusi  maupun dunia industri. “Dimana hal tersebut akan mampu mendekatkan PT dengan dunia kerja. Sehingga mahasiswa akan mengetahui gambaran dunia kerja itu seperti apa.”jelasnya.

Misalnya dunia kerja dari industri kelapa sawit. Melalui penjelasan dari industri tersebut, mahasiswa dapat mengetahui bagaimana pengelolaannya, bagaimana pengelolaan limbahnya. “Sehingga mahasiswa tidak sekedar mengetahui teori, tetapi tahu bagaimana kegunaan teori yang diperoleh tersebut di dunia kerja yang sesungguhnya,”tambahnya.

Sehingga Agung berharap mahasiswa saat ini mampu menambah pengetahuan serta kemampuan soft skill yang dimiliki sehingga tidak menjadi menara gading atau paham teori tetapi tidak mampu mengaplikasikan di masyarakat. “Karena dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang potensial, kreatif dan mampu bersaing dengan pesaing-pesaing lainnya baik dari dalam maupun luar negeri,”tegasnya.