Lulusan Akuntansi Syari’ah Punya Peluang Besar Bekerja di Instansi Syari’ah

Oktober 21, 2014 oleh : BHP UMY
IMG_5679

Barbara Gunawan (berjilbab kuning) saat memberikan penjelasan mengenai akuntansi syari’ah di hadapan siswa-siswi SMK MedikaCom (Akuntansi) Bandung

Lulusan akuntansi syari’ah saat ini masih memiliki peluang besar untuk bisa bekerja di instansi-instansi syari’ah. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi di Indonesia yang mempunyai konsentrasi akuntansi syari’ah masih sedikit. Selain itu juga masih dibutuhkannya 16 ribu akuntan syari’ah.

Demikian pemaparan Barbara Gunawan, SE., M.Si saat memberikan penjelasan mengenai program studi akuntansi di hadapan siswa-siswi SMK MedikaCom jurusan Akuntansi, Bandung. Pemaparan tersebut diberikan terkait kunjungan yang dilakukan SMK MedikaCom ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kunjungan yang bertujuan untuk mengenal lebih jauh mengenai UMY dan Akuntansi Syari’ah di UMY ini, bertempat di ruang sidang utama gedung AR. Fachruddin B lantai 5 Kampus Terpadu UMY, Selasa (21/10).

Barbara menjelaskan, program studi akuntansi yang ada di UMY memang memiliki fokus dan konsentrasi syari’ah. Sebab, menurutnya di samping masih sedikit perguruan tinggi yang mengambil konsentrasi syari’ah, hal ini juga untuk ikut membantu membuka peluang kerja di sektor syari’ah.
“Karena masih sedikit perguruan tinggi yang mempunyai konsentrasi akuntansi syari’ah, jadi ini juga bisa menjadi kelebihan tersendiri baik bagi universitas maupun mahasiswanya. Jika ada rekrutmen dari instansi-instansi atau sektor syari’ah, maka mahasiswa yang dari jurusan dan konsentrasi syari’ah ini bisa mendapat peluang besar untuk diambil,” jelas dosen Akuntasi UMY ini lagi.

Barbara juga menambahkan, mahasiswa akuntansi syari’ah akan memiliki peluang lebih besar dibanding mahasiswa akuntan lainnya karena mereka sudah lebih dulu memiliki pengetahuan tentang syari’ah. “Dengan keunggulan yang mereka miliki itulah, peluang bekerja di instansi syari’ah juga akan menjadi terbuka lebar. Mahasiswa di jurusan akuntansi syari’ah juga tidak hanya belajar tentang syari’ahnya saja, melainkan juga ilmu akuntansi yang menggunakan standar internasional. Inilah kelebihannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Nabila, Mega dan Mayang, siswi kelas 2 SMK MedikaCom yang ikut dalam kunjungan sekolahnya tersebut mengaku senang bisa berkunjung ke UMY. Sebab dengan kunjungan itu mereka bisa mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai perguruan tinggi yang memiliki program studi akuntansi.

“Sebelumnya, kami hanya mendengar tentang UMY dari kakak-kakak kelas yang sebelumnya pernah berkunjung ke sini. Tapi sekarang kami bisa mengetahui UMY secara langsung, pendidikannya bagus, banyak kegiatan ekstranya, dan jurusannya juga lebih Islami,” ungkap Mega.

Hal senada juga diungkapkan Nabila. Menurutnya, UMY memiliki fasilitas yang bagus dan gedung yang luas. “Jadi suasananya enak. Untuk belajar juga sepertinya enak,” ujarnya.

Ketiga siswi ini juga mengungkapkan bahwa mereka ingin melanjutkan ke jenjang studi yang lebih tinggi. Namun jika biayanya mencukupi. Karena itulah ketiganya sama-sama masih lebih memilih untuk bekerja terlebih dahulu selepas lulus SMK. “Setelah kerja 1 tahun, nanti kami akan melanjutkan kuliah. Kami ingin bekerja dulu, ingin tahu bagaimana dunia kerja itu dan susahnya mencari uang,” imbuh Mega lagi.

IMG_5680

Mega, Nabila, dan Mayang, siswi SMK MedikaCom (Akuntansi) Bandung saat mengikuti kunjungan ke UMY