Lomba Mural PIMNAS XXV, Si Kecil Juga Ikut Unjuk Gigi

Juli 11, 2012 oleh : BHP UMY

Banyak hal menarik dalam rangkaian acara pendukung Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-25 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Seperti yang terjadi pada Lomba Mural yang mengambil tempat di pagar tembok sisi selatan kampus UMY pada Selasa (10/7). Diantara peserta lomba yang didominasi remaja dan dewasa, terlihat sosok anak kecil yang ikut berkompetisi dalam seni melukis dinding ini.

Nautaya Aulia Fitri (8), biasa disapa Naya memang suka untuk melukis. Naya merupakan siswi kelas 2 SDIT Lukman Al-Hakim Kota Gedhe. “Saya sering menggambar, biasanya dikanvas.” tuturnya  polos ketika ditanya saat sedang asyik menggambar Mural.

Menurut Ayahnya, Doni yang juga seorang fotografer freelance, setidaknya anak pertamanya ini sudah mengikuti 2 kali perlombaan Mural. “Ini yang kedua untuk anak saya. Dia suka menggambar, jadi saya ikut lomba ini untuk nyenengin anak saya.” tambahnya sambil melanjutkan membuat karya. Ia menambahkan tema muralnya kali ini adalah budaya Indonesia.

Sementara itu, koordinator kegiatan, M. Zuhaldi menyatakan lomba ini merupakan bagian dari kegiatan non-PKM PIMNAS XXV dengan mengambil tema ‘Nusantara dengan Beraneka Keragaman’. Sedikitnya 12 kelompok ikut serta dalam kegiatan ini dan setiap kelompoknya dibatasi maksimal 5 orang anggota.. Tujuan kegiatan ini sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi melalui hal yang positif. “Daripada corat-coret tembok, lebih baik disalurkan dengan mural yang lebih positif.” tambahnya.

Ditambahkan Zuhaldi, pengumuman pemenang lomba akan dilakukan bertepatan dengan penutupan PIMNAS pada Kamis (12/7). “Kami akan mengundang seluruh peserta saat pengumuman pemenang, kamis besok” jelasnya.

Mengenai penjurian, penilaian karya meliputi karakter visual, teknik, kerapian, kesesuaian dengan tema, dan kejelasan pesan yang  disampaikan. Tim Juri beranggotakan 2 orang yang terdiri dari dosen dan mahasiswa semester atas Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Keduanya adalah Tera Bajragosa dan Windi Delta.

“Saya berharap isu seni rupa supaya lebih terbuka melalui kegiatan ini. UMY mempunyai potensi untuk mengembangkan bidang seni rupa jika acara ini terus diadakan.” tutur Windi yang ditemui saat melakukan penjurian.