LO ABU Robocon Dapatkan Pelatihan Komunikasi dan Psikologis

Agustus 15, 2015 oleh : BHP UMY

IMG_8180

Menjadi seorang Liaison Officer (LO) adalah tugas yang sangat penting, karena ia yang menjadi jembatan antara panitia sebuah agenda dengan peserta ataupun tamu undangan. Dengan kondisi tersebut, seorang LO juga dituntut agar dapat mempersiapkan mentalnya, untuk menghadapi kriteria sifat manusia yang beragam. Oleh karenanya, dalam event ABU Asia Pacific Robot Contest (Robocon) 2015, para LO telah dipersiapkan untuk mengikuti pelatihan teknis, yang juga termasuk pelatihan komunikasi dan psikologis.

Pelatihan ini berlangsung pada hari kamis (13/8) di Ruang sidang Gedung AR. Fakhrudin B lantai 5. Pelatihan ini disampaikan oleh Chaerini Hamdani yang merupakan seorang penyiar dari TVRI (Televisi Republik Indonesia). Pada awal sesi pelatihan, ia menjelaskan seberapa penting dan berpengaruh seorang LO di dalam tim. “Apa yang terjadi pada satu orang di dalam tim, maka akan dapat mempengaruhi orang lain di dalam tim tersebut. Maka jika seseorang dalam tim sudah merasa tidak nyaman, ia harus bisa mengontrol dirinya dan menahannya supaya tidak berpengaruh pada tim lainnya,” terangnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tidak hanya dalam menjalankan tugas sebagai seorang LO, namun pada dasarnya setiap manusia ketika bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari, juga mungkin terjadi konflik. “Hal tersebut karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang bervariasi. Satu orang akan memiliki perbedaan dengan manusia laninnya, meski terkadang mereka merasa ada kesamaan dalam diri mereka,” tambahnya. Dengan bervariasinya karakteristik manusia tersebut, maka menurut perempuan yang akrab disapa dengan Rini tersebut mengatakan bahwa kita harus dapat mengenal dan memahami diri sendiri terlebih dahulu.

“Menurut Joseph Luth dan Harrington Ingham, setiap manusia itu memiliki empat jendela. Antara lain Hidden area, Public Area, Unknown Area dan Blind Area,” terang Rini. Public Area adalah sifat yang telah diketahui oleh diri sendiri maupun oleh orang lain, sedangkan Hidden (tersembunyi) area adalah sifat yang dimiliki oleh seseorang namun disembunyikan dan tidak ingin diketahui oleh orang lain. Sedangkan Blind area adalah sifat yang orang lain lihat dari diri seseorang namun, orang tersebut tidak menyadarinya. “Ini yang bisa berbahaya, jika orang lain telah menilai diri kita, tetapi kita tidak tahu tentang penilaian orang lain terkait sifat kita tersebut,” ujarnya. Sedangkan Unknown area adalah sifat yang tidak diketahui ada dalam diri seseorang baik oleh dirinya sendiri maupun oleh orang lain, namun pada dasarnya sifat tersebut ada. “Oleh karenanya, jangan pernah berhenti menggali dan memahami diri kita sendiri,” tambahnya.

Dalam pelatihan itu, Chaerini juga mengajarkan kepada para LO ABU Robocon yang merupakan civitas akademika UMY, tentang bahasa tubuh yang harus diperhatikan saat berkomunikasi dengan orang lain. “Ketika kita berbicara, hanya 10% dari ucapan kita yang diperhatikan oleh lawan bicara. Sedangkan 50% yang lawan bicara kita perhatikan adalah bahasa tubuh dan 40% nya adalah nada bicara,” jelasnya. Dengan demikian, ia menjelaskan bahwa bahasa tubuh dan nada bicara sangat penting untuk diperhatikan dalam berkomunikasi.

Kontes ABU Asia-Pacific Robocon 2015 merupakan kontes Robot dengan tema Robominton yang diselenggarakan oleh TV NHK Jepang bekerjasama dengan TVRI, yang juga menggandeng Dikti dan UMY sebagai rekan kerjasamanya. Kontes akan berlangsung pada hari Minggu (23/8) di Sportorium UMY. Waktu kontes yang sudah mulai dekat ini, menjadikan para LO diharapkan untuk lebih mempersiapkan mental sepenuhnya, khususnya karena event ini bukan sekedar event biasa, namun event internasional yang juga pertama kali diadakan di Indonesia, dan UMY sebagai tempat penyelenggaraannya. (deansa)