LO ABU Robocon 2015 Harus Representasikan UMY dan Indonesia

Agustus 5, 2015 oleh : BHP UMY

IMG_8051

Liaison Officer (LO) selalu difahami sebagai penyambung komunikasi atau komunikator antara pihak panitia suatu acara dengan peserta acara. Namun secara teknis, seorang LO juga dituntut untuk teliti dan antisipatif, sigap, ramah, dan juga koordinatif. Dan hal terpenting lainnya yakni, para LO juga dituntut untuk bisa merepresentasikan UMY dan Indonesia yang dikenal dengan keramahannya.

Hal tersebut yang disampaikan oleh Mohammad Ichsan, S.I.P. dalam Pelatihan Dasar LO ABU Asia-Pasific Robot Contest 2015, pada hari rabu (5/8). Pelatihan yang diikuti oleh 80 orang LO ABU Robocon 2015 ini diberikan untuk mematangkan persiapan para LO menghadapi Kontes Robot yang akan berlangsung pada tanggal 23 Agustus mendatang di UMY.

“LO tidak hanya untuk menambah pengalaman saja, tetapi juga untuk belajar, terutama bagaimana bisa menghargai orang lain,” kata Ichsan. Ia menambahkan bahwa menghargai orang yang lebih tua adalah hal yang wajar dan mudah, namun LO juga dituntut untuk menghargai orang yang lebih muda, dan itu merupakan hal yang penting.

Dalam pelatihan yang dilaksanakan di di Ruang Sidang lantai 5 gedung A.R Fakhrudin A tersebut, Ichsan memberikan pelatihan tentang bagaimana cara memahami informasi dan cara yang tepat menyampaikan informasi kepada para peserta, hal-hal yang harus dan tidak boleh dilakukan seorang LO, dan juga utamanya pada hal manner atau tata krama dalam bersikap. “Menjadi LO Kontes ABU Robocon merupakan tanggung jawab yang berat karena kita merepresentasikan UMY dan negara kita. Dengan sikap yang dilakukan oleh LO selama kontes, akan dinilai oleh para tamu-tamu dan peserta dari luar negeri tentang perilaku orang Indonesia,” terangnya.

Ichsan mengatakan bahwa selama ini orang Indonesia telah dikenal baik dan ramah oleh warga negara asing. Oleh karena itu, dalam event yang akan berlangsung selama lima hari nanti, para LO dituntut untuk dapat menjaga citra baik yang selama ini telah dimiliki oleh Indonesia.

Dengan menjadi LO dari berbagai negara peserta ABU Robocon, Ichsan juga mengingatkan para LO untuk mempelajari kultur asing dan hal-hal penting seputar negara peserta ABU Robocon 2015. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan kepada para peserta dan para tamu dari negara-negara lain selama kontes berjalan. Ia juga mengingatkan para LO untuk dapat belajar bersabar karena sifat dan watak manusia yang terkadang dapat menimbulkan emosi para LO di saat kerjanya nanti.

Dalam pelatihan dasar LO ini, para LO benar-benar disiapkan baik secara moral dan mental untuk menghadapi Kontes Robot bergengsi yang baru kali pertamanya diselenggarakan di Indonesia. Dan dengan ditunjuknya UMY sebagai tempat berlangsungnya kontes, hal ini yang memberikan kesempatan kepada UMY untuk dapat lebih berkontribusi dalam event Internasional. (Deansa)