Launching Program Keislaman, UMY Hadirkan Ustad Yusuf Mansur

Oktober 28, 2016 oleh : BHP UMY

img_2015

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan launching program-program keislaman dengan menghadirkan Ustad Yusuf Mansur, pada Kamis sore (27/10) di Sportorium UMY. Peluncuran program yang dihadiri oleh mahasiswa UMY dan masyarakat umum tersebut langsung diresmikan oleh Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., selaku wakil rektor I bidang akademik serta disaksikan oleh Ustad Yusuf Mansur. Adapun program-program keislaman tersebut diantaranya yaitu Orientasi Studi Dasar Islam (OSDI), Bimbingan Baca Al-qur’an (BBA), Kuliah Intensif Al Islam (KIAI), serta Pendampingan Agama Islam (PAI) yang semua program tersebut ditujukan bagi mahasiswa baru UMY.

Program keislaman UMY yang telah rutin diadakan setiap tahunnya, Dr. Gunawan mengatakan dalam sambutannya bahwa dengan adanya program keislaman UMY ini sangat penting untuk menumbuhkan aktivitas keislaman di lingkungan UMY. “Momen ini sangatlah tepat dengan kondisi mahasiswa saat ini jika tidak di charge akan lowbat. Semoga program-program keislaman di UMY dapat menumbuhkan generasi Islami dan dapat meneguhkan kembali aktivitas keislaman bagi mahasiswa UMY, ” ujarnya.

Sementara itu di waktu yang sama, Ustad Yusuf Mansur yang dikenal dengan sebutan Ustad YM dalam memberikan kajian di depan ribuan mahasiswa dan masyarakat umum, mengungkapkan bahwa adanya program ini dapat menumbuhkan kecintaan mahasiswa dengan Al Qur’an. Dalam kajian yang bertemakan “Tabligh Cinta Al Qur’an” tersebut Ustad YM juga menceritakan tentang seseorang yang ditinggikan derajatnya oleh Allah karena Al Qur’an sebagai landasan hidupnya.

“Saya belum lama punya adik. Beliau yang sudah saya anggap sebagai saudara ini datang ke rumah saya untuk meminta pekerjaan. Maka saya jadikan beliau ini pembantu rumah tangga di rumah kami. Dengan ijin Allah, beliau selalu bangun lebih awal untuk menghafal Al Qur’an sebelum memulai beraktivitas. Dari ketelatenannya dalam menghafal Al Qur’an dan murojaah hafalannya itu, maka jadilah beliau seorang hafidzah (penghafal Qur’an, red),” paparnya saat mulai bercerita.

Ustad YM melanjutkan, keseriusan dalam menghafal Al Qur’an tersebut tentu memberikan motivasi kondisi sosial menjadi lebih baik. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ustad YM, jika menginginkan untuk berubah dalam kehidupannya menjadi lebih lapang, maka berubahlah dengan Al Qur’an. “Siapa yang tahu, anak penjual warteg dan beliau bekerja secara mandiri, hingga aktivitasnya selalu diberkahi dengan belajar dan menghafal Al Qur’an, kini beliau menjadi seorang hafidzah (penghafal Qur’an, red) serta menjadi pengajar Qur’an di Melbourne Australia. Ini sangat jelas dan saya merasakan kebenaran dari hadis bahwa Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat dengan Al Qur’annya, siapapun dia. Kemudian Allah akan menjatuhkan mereka yang menyepelekan Al Qur’an,” tandasnya.

Pada launching program-program keislaman yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis Al Qur’an dan terjemahan yang telah dicetak oleh UMY sebanyak 5000 eksemplar, Ustad YM berharap akan memberikan nilai positif kepada UMY dengan adanya program tersebut. “Bisa jadi dengan diadakan program keislaman ini jumlah peminat mahasiswa UMY melonjak hingga ratusan ribu orang,” ujarnya. (hv)