Latih Jiwa Kepemimpinan di Organisasi Kemahasiswaan dan UKM

November 6, 2019 oleh : BHP UMY

Ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan softskill tidak akan diberikan secara langsung oleh dosen ketika mengajar di kelas. Untuk itu akan sangat penting dan perlu bagi mahasiswa untuk mengikuti organisasi atau komunitas yang sesuai dengan minat serta bakatnya selama berkuliah. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) juga memahami hal tersebut, oleh karena itu keberadaan 29 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan berbagai lembaga mahasiswa difasilitasi guna mengembangkan kemampuan mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK Hilaman Latief, MA., Ph.D menjelaskan bahwa peranan UKM dan organisasi intra kampus sangat penting bagi pengembangan karakter mahasiwa. Oleh karena itu, UMY memfasilitasi kebutuhan mahasiswa dalam mendukung hal tersebut, salah satunya dengan memberikan dana oprasional bagi tiap organisasi dan UKM yang ada di kampus.

“Tahun lalu banyak sekali anggaran yang tidak digunakan. Maka untuk kedepannya jangan ada lagi dana yang tersisa. Kalian harus bisa menggunakannya dengan maksimal untuk kepentingan organisasi masing-masing,” ujarnya saat mengisi Upgrading Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa dan Lembaa Mahasiswa UMY, Kamis (31/10) di Gedung Pascasarjana UMY.

Sementara itu Kepala Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Faris Al-Fadhat, Ph.D menyebutkan konflik yang terjadi dalam organisasi dapat membentuk karakter mahasiswa. Langkah yang diambil dalam menyelesaikan permasalahan itu bisa menentukan bagaimana pola berfikir, mengambil keputusan dan bekerjasama dengan anggota lain.

“Kepemimpinan juga sebuah proses dalam memimpin organisasi agar setiap unit atau bagian dari organisasi dapat berjalan dengan terpadu dan terarah. Konflik dalam organisasi adalah keniscayaan dalam organisasi. Merupakan proses untuk berkembang dan tumbuh,” katanya.

Faris juga menjelaskan bahwa orang yang berjiwa pemimpin harus bisa memahami berbagai hal dan itu bisa didapat selama beroganisasi. “Apa yang anda tahu dan mampu anda lakukan. Untuk sukses, anda harus meyakinkan anggota dalam organisasi bahwa anda layak sebagai pemimpin yang diikuti. Kenali anggota dengan cara memahami arti kemanusiaan. Mulai dari kemampuan, keinginan, emosi dan motivasi,” jelasnya.