Latih Dokter Yogyakarta Tangani Kanker dan Penyakit Jantung, University Hospital of Munster Jerman dan UMY Temui Sultan

Mei 6, 2014 oleh : BHP UMY

_MG_1092Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitätsklinikum Münster (UKM) atau University Hospital of Munster Jerman melakukan audiensi dengan Sultan Hamengkubuwono X pada Selasa (6/5). Audiensi ini bermaksud untuk meminta dukungan terkait dengan kerja sama program jangka panjang yang akan disepakati kedua universitas.

Dalam audiensi tersebut Prof. Dr. Jörg Haier,  LL.M. (Coor. Director of the Comprehensive Cancer Center Muenster-Jerman) menjelaskan tentang kerja sama dan program kerja sama yang dilaksanakan nantinya.

“Program kerja sama yang akan dibangun yaitu pendidikan dan pelatihan, pelayanan kesehatan di Indonesia khususnya di Yogyakarta, dan perencanaan model perawatan medis di masa depan,” jelasnya.

Pelatihan yang akan dibangun adalah dalam bentuk mendatangkan para ahli Jerman untuk mentraining para dokter dan tenaga kesehatan di Yogyakarta, agar bisa melakukan pelayanan yang baik bagi penderita penyakit jantung dan kanker.

Pelatihan tersebut mengenai Leader Healthcare dan Manajemen Healthare. “Ada dua tahapan yaitu pendeteksian secara dini dan juga untuk penanganan kankernya. Untuk deteksi dini ini kami akan memberikan pelatihan pada dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya di Jogja bagaimana cara menscreening pasien,” paparnya.

Program yang dibangun dalam hal ini memang lebih memfokuskan tentang penanganan awal dalam mengatasi penderita penyakit jantung dan kanker. Sebab penanganan penyakit jantung dan kanker secara dini lebih baik daripada mengobati. Ketika publik mengetahui penanganan tersebut hal ini bisa mengurangi angka kematian yang terjadi akibat kedua penyakit tersebut.

Sementara itu Gubernur DIY, Sultan Hamengkubuwono X menyebutkan, Jjumlah pasien jantung dan kanker di Yogyakarta terus meningkat. Hal ini diperkuat dengan gaya hidup masyarakat yang kurang sehat sehingga hal itu dapat memicu kedua penyakit tersebut. Ia menyebutkan, Saat ini saja para remaja dan mahasiswa di Yogyakarta sudah ada yang melakukan cuci darah pada usia mudanya.

“Saya menyayangkan banyaknya remaja dan mahasiswa sudah melakukan cuci darah pada usia 33 tahun hal ini diperkuat karena gaya hidup mereka yang kurang sehat,” terang Sultan.

Sultan menyebutkan, penyebab peningkatan tersebut belum diketahui se secara jelas, namun ia meyakini hal itu terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat. Ia mengaku khawatir atas perkembangan tersebut.

”Saya khawatir jika hal ini terus dibiarkan bagaimana nasib generasi muda di Yogyakarta,” katanya.

Sultan mendukung penuh dengan adanya kerja sama ini dan ia berharap kerja sama ini akan memeberi manfaat bagi semua lapisan masyarakat terutama bagi penderita penyakit jantung dan kanker.

”Saya mendukung penuh kegiatan ini dan saya bersedia membantu melengkapi kebutuhan untuk merealisasikan kerja sama tersebut,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, Sultan Hamengkubuwono dan beberapa orang yang terlibat dalam kerja sama tersebut akan diundang ke jerman untuk melakukan penandatangan MoU.