KRSBI 2015 Saring Delapan Tim Ke Perempat Final

Juni 13, 2015 oleh : BHP UMY

IMG_1172

Setelah melaksanakan running test kemarin, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) yang merupakan salah satu kategori pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2015 melaksanakan pertandingan kualifikasi yang dilaksanakan pada Sabtu pagi (13/6) bertempat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Sebanyak 12 tim peserta KRSBI yang telah dibagi menjadi empat grup yang semuanya akan melaksanakan pertandingan kualifikasi yang dibagi menjadi tiga putaran. Setiap pertandingan dilaksanakan selama dua kali sepuluh menit. Pada putaran pertama yang digelar sejak Sabtu pagi telah menyelesaikan empat pertandingan. Keempat pertandingan tersebut ialah pertandingan tim Ichiro (Institut Teknologi Sepuluh November) melawan tim Barelang FC (Politeknik Negeri Batam) yang berakhir dengan kemenangan tim Ichiro dengan skor 1-0, dilanjutkan pertandingan tim R2C-R9 (Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga) melawan tim The Patriot V.2 (Universitas Kristen Maranatha) yang dimenangkan oleh tim R2C-R9 dengan skor 1-0. Sementara pada pertandingan ketiga yang mempertemukan tim Dago Hoogeschool (Institut Teknologi Bandung) melawan tim Alfarobi (Universitas Gadjah Mada) yang berakhir dengan imbang 0-0. Pada pertandingan terakhir putaran pertama, tim Eros (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) berhasil memenangkan pertandingan melawan tim Krakatau (STMIK Teknokrat Bandar Lampung) dengan skor 2-0.

Seperti halnya pada pertandingan sepak bola pada umumnya, pemenang pertandingan KRSBI ditentukan oleh tim yang paling banyak mencetak gol ke gawang lawan. Setiap tim diperbolehkan menurunkan tiga sampai lima robot dalam setiap pertandingan. Robot yang diturunkan diprogram untuk dapat mendeteksi letak bola berwarna jingga, setalah mampu menemukan letak bola, robot akan mencari letak posisi gawang dengan indikator warna kuning dan menendang bola tersebut ke arah gawang.

Kebanyakan hambatan yang seting dialami oleh robot ialah proses robot mendeteksi letak bola dan mengarahkan bola ke gawang. Sering kali waktu terbuang karena robot cukup lama mendeteksi bola dan menendang bola ke luar lapangan. Dr. Endra Pitowarno, salah satu tim juri yang bertugas pada KRSBI mengatakan bahwa hal itu merupakan tantangan yang memang harus dipecahkan oleh tim peserta. “Inilah tantangan bagi robot untuk mendeteksi letak bola, apalagi saat bola itu letaknya jauh dari robot,” ungkap Endra. Beliau menambahkan bahwa cepat tidaknya robot mendeteksi objek bola dan gawang tergantung pada kamera yang dipasang pada robot. “Semakin bagus resolusi kamera yang dipasang pada robot, maka semakin cepat robot mendeteksi objek bola,” tambahnya.

Sementara itu, pertandingan kualifikasi putaran kedua dan ketiga dilaksanakan Sabtu siang hingga sore ini. Total seluruh pertandingan putaran pertama sampai ketiga sebanyak 12 pertandingan. Setalah putaran kedua dan ketiga berakhir maka akan didapatkan delapan tim yang terdiri dua tim terbaik masing-masing grup. Kedelapan tim tersebut berhak maju ke babak perempat final KRSBI yang akan dilaksanakan Minggu esok (14/6). (Yusuf)

Sharing is caring!