Konsep Holistic Care Dalam Penyembuhan Pasien Konsep Holistic Care Dalam Penyembuhan Pasien

Maret 5, 2013 oleh : BHP UMY

Konsep Holistic Care sangat tepat digunakan di Indonesia ditengah perubahan sosial. “Perubahan sosial jelas akan menimbulkan penyakit baru, sehingga diperlukan pendekatan yang menyeluruh dalam penyembuhan pasien tersebut. Penyembuhan pasien tidak hanya mengutamakan fisik, namun dari beberapa pendekatan spiritual lainnya. Memang harus ada keseimbangan antara keduanya fisik dan spiritual.

Demikian disampaikan oleh Prof Bambang Cipto selaku Rektor UMY dalam acara International Conference Holistic Care Nursing 2013 di Sportorium Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Minggu, (03/03). Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Keperawatan (HIMIKA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keperawatan (FKIK) UMY mangambil tema “Developing Holistic Care Toward a Better Quality Health “. Selain itu, dalam acara ini akan diresmikan Holistic Clinic Holistic Care FKIK UMY.

Sebagai narusmber Prof. Dr. Liu Guiying dari Nursing College of Guangxi Medical University China menjelaskan bahwa holistic care merupakan asuhan keperawatan menggunakan pendekatan komprehensif dengan mengintegrasikan konsep keperawatan komplementari, yakni alternatif dan spiritual. Konsep ini telah lama berkembang di China, para perawat harus menguasai konsep ini sebagai salah satu cara dalam menyembuhkan pasien.

Liu menjelaskan bahwa ada beberapa cara mengembangkan konsep Holistic care, diantaranya dengan membangun sistem pertanggung jawaban perawatan Holistic, menetapkan sumberdaya perawatan yang baik, serta melakukan reformasi dengan melakukan pembagian divisi perawat. “Selain itu, juga mewajibkan tugas-tugas perawat harus jelas dan mengurangi perawat yang tidak melakukan pekerjaan seorang perawat serta menugaskan perawat berdasarkan tanggung jawab yang mereka miliki,” tandasnya.

Senada dengan Liu , Sri Sumaryani, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Mat., HNC selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) UMY mengungkapkan bahwa konsep ini belum banyak dipahami di Indonesia. “Oleh karena itu merupakan hal yang sangat dasar bagi perawat profesional untuk penguasai konsep Holistic Care ini,” ungkapnya.

Dalam seminar kali ini , FKIK UMY juga melaunching Holistic Clinic Holistic Care FKIK sebagai wujud pentingnya Holistic Care bagi penyembuhan Pasien.Konsep Holistic Care sangat tepat digunakan di Indonesia ditengah perubahan sosial. “Perubahan sosial jelas akan menimbulkan  penyakit baru, sehingga diperlukan pendekatan yang menyeluruh dalam penyembuhan pasien tersebut. Penyembuhan pasien tidak hanya mengutamakan fisik, namun dari beberapa pendekatan spiritual lainnya. Memang harus ada keseimbangan antara keduanya fisik dan spiritual.

Demikian disampaikan oleh Prof Bambang Cipto selaku Rektor UMY dalam acara International Conference Holistic Care Nursing 2013 di Sportorium Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Minggu, (03/03). Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Keperawatan (HIMIKA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keperawatan (FKIK) UMY mangambil tema “Developing Holistic Care Toward a Better Quality Health “. Selain itu, dalam acara ini akan diresmikan  Holistic Clinic Holistic Care FKIK UMY.

Sebagai narusmber Prof. Dr. Liu Guiying dari Nursing College of Guangxi Medical University China menjelaskan bahwa holistic care merupakan asuhan keperawatan menggunakan pendekatan komprehensif  dengan mengintegrasikan konsep keperawatan komplementari, yakni alternatif dan spiritual. Konsep ini telah lama berkembang di China, para perawat harus menguasai konsep ini sebagai salah satu cara dalam menyembuhkan pasien.

Liu menjelaskan bahwa  ada beberapa cara mengembangkan konsep Holistic care, diantaranya dengan membangun sistem pertanggung jawaban perawatan Holistic, menetapkan sumberdaya perawatan yang baik, serta melakukan reformasi dengan melakukan pembagian divisi perawat. “Selain itu, juga mewajibkan tugas-tugas perawat harus jelas dan mengurangi perawat yang tidak melakukan pekerjaan seorang perawat serta menugaskan perawat berdasarkan tanggung jawab yang mereka miliki,” tandasnya.

Senada dengan Liu , Sri Sumaryani, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Mat., HNC selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK)  UMY mengungkapkan bahwa konsep ini belum banyak dipahami di Indonesia. “Oleh karena itu merupakan hal yang sangat dasar bagi perawat profesional untuk penguasai konsep Holistic Care ini,” ungkapnya.

Dalam seminar kali ini , FKIK UMY juga melaunching Holistic Clinic Holistic Care FKIK sebagai wujud pentingnya Holistic Care bagi penyembuhan Pasien.

Sharing is caring!