Kompetensi Pengelolaan Ekspor Masih Kurang

Oktober 8, 2010 oleh : BHP UMY

Kompetensi pada pengelolaan ekspor dinilai masih kurang. Mulai dari kemampuan bahasa asing, mencari pembeli, maupun membuat rancangan kerjasama perdagangan maupun ekspor dengan pihak asing. Sehingga diperlukan peningkatan kompetensi dalam pengelolaan ekspor untuk memenuhi kekurangan kompetensi dalam bidang tersebut.

Inilah alasan Hubungan Internasional-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HI-UMY) mengadakan Pelatihan Pengelolaan Ekspor untuk 8 dan 22 mahasiswa HI. Pelatihan ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia selama tiga hari, Selasa-Kamis (5-7/10)

Koordinator Pelatihan Pengelolaan Ekspor H. Djumadi, M.Si menuturkan kegiatan tersebut juga dilakukan sebagai upaya untuk merespon komoditi ekspor di daerah banyak yang memerlukan tenaga kerja dengan kompetensi mengenai ekspor.

“Dalam bidang ekspor diperlukan tenaga kerja yang mampu berbahasa asing, membuat rancangan kerjasama, mampu menarik pembeli atau membuka jaringan dengan pihak-pihak asing. Dimana hal ini akan semakin meningkatkan komoditi yang akan diekspor,”jelasnya ketika ditemui di sela-sela kegiatan Rabu (7/10) di Kampus Terpadu UMY.

Dalam pemaparan Djumadi, para peserta dalam kegiatan tersebut diberikan berbagai pelatihan mengenai ekspor. “Mulai dari siapa pelaku, bagaimana dokumen ekspor, proses kegiatan ekspor. Kemudian dikenalkan mengenai tata laksana kepabeanan yang berisi peraturan dari menkeu, peraturan Ditjen Bea Cukai. Serta ada pelatihan mengenai prosedur transportasi dan penanganan kargo. Peserta juga dilatih mengenai sistem pembayaran ekspor dan latihan untuk pengisisan dokumen ekspor barang ke Luar Negeri dan lainnya,”ujarnya.

Djumadi berharap melalui kegiatan tersebut kompetensi para mahasiswa bertambah dan lebih siap ketika sudah lulus kuliah. “Mahasiswa ketika lulus akan bertambah kompetensinya sehingga mereka tidak akan bingung untuk memperoleh pekerjaan. Melalui kompetensi ini mereka bahkan bisa memulai wirausaha sendiri dalam kegiatan ekspor. Terlebih kompetensi ini masih sangat diperlukan,”tegasnya.

Terkait dengan dosen-dosen yang mengikuti pelatihan ini dijelaskan Dosen HI UMY ini sebagai upaya untuk mempercepat pemindahan ilmu dan informasi.”Maksudnya ke depan kita bisa membuat pelatihan sendiri. Sehingga pelatihan bisa dilakukan di berbagai tempat sehingga kebutuhan kompetensi terkait pengelolaan ekspor dapat terpenuhi,”pungkasnya.