KKN Internasional UMY Kembangkan Kawasan Wisata Di Yogya

September 19, 2017 oleh : BHP UMY

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional (learning express) yang diikuti oleh 66 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Singapore Polytechnic (SP) dan Kanazawa Institute of Technology, Jepang, akan berakhir pada Kamis (21/9). KKN Internasional yang telah berjalan sejak tanggal 10 September 2017 ini telah berhasil membuat program pengembangan kawasan wisata di Yogyakarta.

Dr. Ir. Sukamta, MT.,IPM. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UMY menyampaikan bahwa pada prosesnya para peserta diberikan pembekalan serta arahan terlebih dahulu oleh dosen pembimbing lapangan. “Kami dari UMY sangat merasa senang bisa kembali menjadi tuan rumah dalam program learning express. Karena program ini merupakan bentuk nyata dari tri dharma perguruan tinggi bahkan kegiatan ini dalam satu tahun bisa dilaksanakan sampai dua kali. Selain itu, keunggulan dari program ini adalah kami langsung memberikan arahan dan praktik langsung ke lapangan sehingga peserta bisa langsung menganalisis potensi yang harus dikembangkan dilokasi KKN. Ada 3 kawasan yang kami bidik untuk para peserta KKN yaitu kawasan parawisata seperti Dlingo, Kebosungu, dan Pakis terkait manajemen limbah kerajinan kayu serta Koripan untuk produksi Emping Garut,” ujar Sukamta dalam sambutan pelepasan KKN pada Selasa (19/9) di UMY Boga.

Sukamta menambahkan kegiatan learning expres ini akan terus belanjut mengingat para peserta sangat antusias ketika mengkuti program-program kemasyarakatan. Karena masyarakat merasa terbantu dengan ide-ide yang diberikan oleh para peserta. “Ide-ide yang muncul sangat berpengaruh terhadap perkembagan lokasi wisata. Contoh saja di kawasan wisata Kebosungu peserta KKN mengembangkan spot foto, petunjuk arah, dan peta lokasi wisata. Ide-ide seperti inilah yang diharapkan bisa meningkatkan pelayanan serta para wisatawan akan banyak berkunjung. Selain itu juga, yang diuntungkan bukan hanya dari pihak pengelola tempat wisata akan tetapi para pesertanya juga memiliki keuntungan yaitu menambah pemahaman dan pengalaman baru, bisa langsung beradaptasi dengan masyarakat. Untuk itu, kami berencana agar daerah-daerah yang dibidik menjadi lokasi KKN bisa kami jadikan pusat binaan UMY, sehingga akan terjalin kerja sama yang baik dalam meningkatkan kualitas masyarakat,” papar Sukamta.

Selain itu juga pada acara pelepasan KKN tersebut para peserta mempresentasikan hasil analisisnya terkait kawasan wisata baik dari strategi pemasaran, promosi lewat sosial media, pembuatan website, pembuatan merchandise, koneksi institusi, dan menyiapkan souvernir. (sumali)