Ketum PP ‘Aisiyah: Muhammadiyah dan ‘Aisiyah sejak awal memang didesain Sebagai Gerakan Modern.

Desember 3, 2018 oleh : BHP UMY

Muhammadiyah dan ‘Aisiyah sejak awal didesain oleh para pendirinya sebagai organisasi modern. Fikiran yang dituangkan oleh para pendiri Muhammadiyah juga melalui pemahaman Islam yang didesain secara modern.

Aisiyah sebagai contoh yang sangat jelas, didesain dan didirikan untuk menjadi organisasi perempuan modern yang memberikan kesempatan lelaki dan perempuan tanpa ada diskriminasi dalam menggerakkan dan mengisi kehidupan. Tapi bukan berarti lelaki dan perempuan harus vis a vis, namun harus saling melengkapi. Demikian diungkap oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisiyah Dra. Siti Noordjannah Djohantini, M.Si., M.M, dalam Upgrading untuk semua pengurus dan anggota Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan, Ortom, dan AUM pada Sabtu (1/12).

Noordjannah yang juga Dosen Fakultas Ekonomi UMY ini juga menyebut PCIM dan PCIA itu memiliki keistimewaan, bukan hanya dari namanya tapi juga dari hal lain. “Bagaimana mungkin, menggerakkan dakwah Islam tanpa ghiroh, kalau kita hanya memikirkan diri sendiri tentu tidak perlu hadir untuk menggelorakan dakwah di negeri orang. Silaturrahim dalam dakwah Islam. Dimanapun berada, maka kader yang memiliki semangat akan menjadi bagian dari Syiar. Dengan cara yang bisa dilakukan dan dengan cara yang sistematis berada di bawah organisasi PCIM PCIA ini,” tandas Noordjannah.

Yordan Gunawan, Kepala Kantor Urusan Internasional UMY saat dihubungi pada Ahad (2/12), menyebutkan bahwa acara upgrading dihadiri para kader Muhammadiyah Aisiyah yang mayoritas merupakan para mahasiswa yang sedang melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi di Taiwan. Acara ini juga menghadirkan pembicara lain, yaitu Prof. Syamsul Anwar (Ketua Badan Pembina UMY) dan Rektor UMY, Dr. Gunawan Budiyanto, M.P.