“Ketan Keraton” ​Mahasiswa UMY Mendapat Bantuan Dikpora DIY

Mei 23, 2014 oleh : BHP UMY
"Ketan Keraton" kuliner tradisional dengan nuansa modern buatan Fella dan empat temannya yang berhasil mendapat bantuan dana dari Dikpora DIY

“Ketan Keraton” kuliner tradisional dengan nuansa modern buatan Fella dan empat temannya yang berhasil mendapat bantuan dana dari Dikpora DIY

Wisata kuliner di Yogyakarta nampaknya tidak akan ada habisnya. Beragam jajanan dan makanan olahan yang disajikan di berbagai kedai makanan, menjadikan pengunjung dan masyarakat Yogyakarta betah untuk tinggal berlama-lama demi mencicipi beragam kulinernya. Uniknya lagi, usaha kuliner tersebut tidak hanya digeluti oleh orang-orang yang notabene sudah sukses dan menjadi orang besar. Namun, dari kalangan mahasiswa pada kenyataannya juga banyak yang menggeluti profesi ini.

Fella Lestesia Vina, Mega Barokatul Fajri, Aldistia Maharani, Dio Irfansyah, dan Endiaryaka adalah lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tergabung dalam satu tim kewirausahaan, yang juga menggeluti usaha kuliner. Melalui proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan, satu tim ini berhasil meraih bantuan dana dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 5 juta rupiah. Bantuan tersebut diserahkan pada Kamis, (22/5) di kantor Dinas Dikpora DIY. Dana itulah yang nantinya akan Fella gunakan bersama teman-temannya untuk membangun bisnis kuliner “Ketan Keraton” lebih besar lagi.

Menurut Fella, saat ditemui pada Jum’at (23/5) di Kampus Terpadu UMY mengatakan bahwa keberhasilan timnya mendapat bantuan pendanaan dari Dikpora DIY merupakan hal yang harus disyukuri. Sebab selama ini, bisnis kuliner “Ketan Keraton” miliknya masih sebatas bisnis rumahan, cara penjualannya pun masih dengan menitipkan makanannya pada beberapa toko atau kedai makanan lainnya. “Jadi dengan adanya dana ini, kami ingin punya tempat khusus yang bisa kami gunakan. Agar para pembeli itu bisa langsung menikmati kuliner yang kami sajikan nantinya.”

Fella juga menyampaikan impian mereka dengan adanya usaha “Ketan Keraton” tersebut. Sesuai dengan namanya “Ketan Keraton” itu diharapkan bisa disajikan dengan nuansa khas Keraton Yogyakarta. Bahkan, mereka juga telah menyiapkan nama-nama unik bagi menu yang akan mereka tawarkan. “Kami akan menyediakan banyak menu “Ketan Keraton”, dari ketan susu, ketan abdi dalem, bahkan nanti juga ada tingkatan tertinggi dengan nama ketan sultan. Kami ingin mengenalkan Yogyakarta dari “Ketan Keraton” ini, karena itu kami sengaja mengambil nama-nama yang berkaitan dengan Keraton Yogyakarta,” jelasanya.

Sementara itu, Mega mengatakan, ide bisnis dengan mengangkat Ketan sebagai bahan utama makanan itu karena menurutnya, makanan ringan di Yogyakarta masih sedikit yang menjadikan bahan tradisional sebagai bahan utamanya. “Jadi kami mencoba menjadikan ketan ini sebagai bahan utama makanan ringan tradisional tapi dengan nuansa modern. Karena bentuk ketannya nanti ada yang kering ada yang basah, dan ada beragam rasa dengan topping yang juga beragam. Misalkan seperti Oreo, coklat, atau abon,” jelasnya.

Fella juga menimpali, Ketan Keraton itu nantinya akan dibandrol dengan harga yang relatif murah. Mulai dari harga 5 ribu rupiah, hingga 10 ribu rupiah. “Kalau nanti kami sudah punya kedai sendiri, Ketan Keraton itu nanti akan kami jual dengan harga murah, mulai dari 5 ribu rupiah sampai 10 ribu rupiah. Karena nanti pastinya porsi ketannya jauh lebih banyak dibanding dengan yang sekarang kita jual menggunakan cup kecil. Selain itu, nanti juga akan ada kuah yang dicampurkan dengan ketan tersebut,” imbuhnya.

Mega dan Fella pun optimis jika timnya bisa membuat kedai sendiri, penjualan Ketan Keraton tersebut bisa juga menjadi salah satu tujuan wisata kuliner Yogyakarta. (sakinah)