Keseimbangan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Ilmu Agama Menjadi Kunci Hadapi Era Globalisasi

September 12, 2019 oleh : BHP UMY

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) baru saja meluluskan ribuan mahasiswa dalam prosesi wisuda yang dilaksanakan pada Rabu dan Kamis (11-12/9) di Gedung Sportorium UMY. Pada kesempatan ini Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P berpesan kepada seluruh wisudawan untuk memanfaatkan kemudahan untuk mengakses informasi dari mana pun. Selain itu, lulusan UMY juga dituntut untuk mampu menyandingkan antara ilmu agama dan pengetahuan umum, serta menerapkan dalam kehidupan dan pekerjaan yang dijalani.

“Secara geografis memang kita terpisah-pisah di berbagai tempat di belahan dunia. Tetapi dalam pergaulan internasional, batas itu menjadi hilang. Apa lagi kita melihat bahwa internet merupakan sebuah mesin globalisasi yang bergerak dengan cepat yang menghilangkan batas-batas wilayah. Oleh karena itu, kita harus bisa memanfaatkannya dengan baik,” ujar Gunawan saat berpidato di hadapan wisudawan.

Pada kesempatan ini, UMY meluluskan 1485 sarjana, 48 magister, 15 doktor dan 21 orang diploma. Kemudian, gelar wisudawan terbaik S-1 jatuh kepada Indra Saputra dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dengan IPK 4.00. Sementara wisudawan terbaik untuk S-2 diperoleh oleh Subhannur Rahman dari Megister Keperawatan dengan IPK 3.98. Akbar Kurbana yang berasal dari Program Studi Teknik Elektro menjadi wisudawan tercepat dengan menempuh studi selama 3 tahun 7 bulan 14 hari. Lalu Safira Novia Brillianti dari Prodi Pendidikan Dokter menjadi wisudawan termuda dengan lulus pada usia 19 tahun 6 bulan 19 hari.

Gunawan juga menegaskan bahwa UMY selalu mengimbangi materi yang diberikan kepada mahasiswa selama berkuliah antara ilmu pengetahuan dan teknologi dengan ilmu agama. Hal ini dilakukan untuk menguatkan karakter lulusannya dalam menghadapi tantangan zaman. Salin itu, keputusan ini dilakukan agar lulusan UMY memiliki hal tambahan yang ditawarkan kepada masyarakat.

“Dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdasar dengan nilai-nilai Islam demi kemaslahatan umat. Oleh karena itu saya berpesan kepada saudara-saudara semua bahwa tidak ada lagi pemisahan antara ilmu pengetahuan teknologi dengan nilai-nilai ke-Islam-an. Untuk itu, dimanapun kalian berbakti, dimana pun kalian mengamalkan ilmu. Maka harus sesuai dengan ilmu yang sudah didapatkan,” imbuhnya.

Pada akhir pidatonya Gunawan menegaskan bahwa UMY menjadi kampus yang terbuka bagi siapa saja yang ingin menimba ilmu. “Kampus ini akan selalu menerima mahasiswa dari berbagai bangsa, suku dan agama. Ini menjadi komitmen kampus untuk mampu bersaing di kancah internasional,” pungkasnya.(ak)