Kerjasama Akademik Kunci Penting Hadapi Globalisasi

November 1, 2012 oleh : BHP UMY


 Isu-isu globalisasi telah merambah dunia pendidikan, tidak terkecuali pada bidang ilmu kesehatan. Dampaknya, lembaga pendidikan tinggi dituntut untuk merespon dengan cepat dan tepat isu-isu tersebut. Jika lembaga pendidikan tinggi gagal merespon perkembangan isu-isu internasional di bidang kesehatan, mereka akan tertinggal dan gagal berkompetisi dengan perguruan tinggi lain yang lebih mampu merespon dengan baik isu-isu tersebut. Oleh karena itu, kunci penting dalam menghadapi globalisasi adalah dengan menjalin kerjasama akademik antar lembaga perguruan tinggi, terutama di negara-negara ASEAN.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ir. M. Dasron Hamid, M.Sc., pada saat konferensi pers dalam acara Penandatangan Kerjasama Akademik (Agreement on Academic Cooperation) antara UMY dengan salah satu universitas tertua dan terkemuka di Thailand, Thammasat University. Acara ini diselenggarakan di Ruang Loby Rektorat Gedung A.R. Fakhruddin A lantai 1 Kampus Terpadu UMY, Rabu (31/10).

Dasron selanjutnya memaparkan bahwa saat ini Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN lainnya telah melakukan persetujuan berupa Mutual Recognition Arrangements  atau MRA. “MRA ini mampu memfasilitasi mobilitas praktisi dokter gigi di ASEAN, pertukaran informasi, serta peningkatkan kerjasama di bidang kedokteran gigi,” paparnya.

“Saya juga percaya bahwa MRA ini juga bisa diimplementasikan di bidang ilmu lain. Untuk itu, perlu adanya kerjasama antar universitas di Negara ASEAN ini agar masing-masing memiliki kesiapan menghadapi era globalisasi,” tuturnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Nitinant Wisaweisuan, asisten President Thammasat University menambahkan bahwa tidak ada batasan bidang ilmu bagi mahasiswa UMY untuk mengikuti program pertukaran pelajar dan joint seminar yang akan diselenggarakan oleh kedua universitas tersebut. “Kami tidak membatasi berapa banyak mahasiswa yang dipertukarkan dan kami juga tidak membatasi bidang ilmu dari peminat program pertukaran ini. Kami mempersilahkan kepada UMY untuk ikut pertukaran pelajar di universitas kami, selain itu kami juga menawarkan adanya joint seminar dan transfer kredit dari berbagai bidang keilmuan,” tambahnya.

Sebelum konferensi pers, dilaksanakan penandatanganan dokumen Agreement on Academic Coorperation (Kesepakatan Kerjasama Akademik) antara kedua belah pihak yang bekerjasama. Dari pihak UMY penandatanganan dokumen dilakukan oleh Rektor UMY, Dasron Hamid dan dari pihak Thammasat University dilakukan oleh Prof. Dr. Somkit Lertpaitoon selaku Presiden Thammasat University. Penandatanganan Kerjasama Akademik ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang riset akademik dan pendidikan. Ruang lingkup kerjasama antara kedua universitas yang dikerangkai dalam kesepakatan tersebut meliputi kolaborasi dalam hal studi pasca sarjana, pelaksanaan proyek penelitian bersama, pertukaran staf pengajar dan staf peneliti antar kedua universitas, pertukaran mahasiswa, penyelenggaraan forum pertemuan ilmiah, dan pertukaran informasi akademik.