Kenalkan Autisme Melalui Rekor MURI Puzzle Kubus Bergambar Pita

Juli 10, 2013 oleh : BHP UMY

Puzzle untuk anak autis buatan mahasiswa FKIK UMY yang berhasil meraih Rekor MURI

Muhammadiyah Medical Students Activities (MMSA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengenalkan kepada masyarakat tentang autisme kepada masyarakat melalui penyusunan puzzle kubus bergambar pita. Penyusunan 22 ribu puzzle ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Hal tersebut disampaikan oleh ketua panitia penyelenggara Aditya Humar ketika ditemui di Kampus Terpadu UMY pada Rabu, (10/08). Dengan dibantu siswa-siswi dari yayasan autisme di Yogyakarta, MMSA FKIK UMY berhasil memecahkan rekor MURI “Penataan Kubus Bergambar Pita Autisme dari 22.000 puzzle” di hotel Santika pada (06/08). Acara ini merupakan rangkaian dari Melody of Medical (Melodical) Concert yang akan diselenggarakan September 2013.
Adit menjelaskan dalam penyusunan puzzle kali ini melibatkan tiga yayasan autisme di Yogyakarta. “Ketiga yayasan tersebut yaitu Bina Anggita, Fredofios, dan Dian Amanah. Tidak hanya membantu menyelesaikan puzzle dengan ukuran 1,5 x 1,5 meter saja, mereka juga diberi kesempatan untuk menunjukan bakat yang mereka miliki,” jelasnya.
Mahasiswa Kedokteran Umum UMY ini memaparkan bahwa selain mengenalkan masyarakat tentang autisme juga merupakan bagian dari kepedulian mereka terhadap kasus autis. “Saat ini kasus autis khususnya dikalangan anak-anak jumlahnya semakin bertambah dan butuh penanganan tepat. Sehingga melalui kegiatan ini membuat masyarakat lebih peduli tentang kasus autis dan bisa dengan mudah melakukan penanganan sejak dini,” paparnya.

Selain itu, mahasiswa angkatan 2010 ini juga menambahkan bahwa penyusunan 22 ribu puzzle bergambar pita autisme ini juga merupakan sarana bagi siswa-siswi yayasan autisme di Yogyakarta untuk menunjukan kemampuan anak didiknya. “Dengan ikut serta dalam penyusunan puzzle ini menunjukan bahwa mereka tetap mampu berkarya dengan semua keterbatasan,” imbuhnya.

¬†Adit berharap seluruh kegiatan MMSA ini memiliki nilai-nilai yang berguna bagi masyarakat. “Sebagai mahasiswa FKIK, kami wajib menyampaikan hal yang benar tentang kesehatan kepada masyarakat,” ungkapnya.