Jurnalis Kampus Berperan Dalam Peningkatan Akreditasi

Oktober 31, 2013 oleh : BHP UMY

pelantikan nuansa umyAkreditasi perguruan tinggi memang sudah menjadi hal penting bagi setiap universitas, sehingga banyak kegiatan akademik yang digalakkan oleh setiap universitas demi mendapatkan akreditasi yang bagus. Akan tetapi, perlu diketahui pula bahwa bukan hanya kegiatan akademik saja yang sebenarnya perlu digalakkan. Namun juga kegiatan non akademik mahasiswa dalam organisasi kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Oleh sebab itu, peran jurnalis kampus sangat dibutuhkan untuk mengabarkan keberadaan kegiatan tersebut. Sebab, penilaian akreditasi bukan hanya akademik saja, tapi keaktifan mahasiswa dalam organisasi pengembangan diri juga sangat berpengaruh.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Kreatifitas Mahasiswa UMY Sugito, S.IP, M.Si dalam sambutannya diacara pelantikan pengurus LPPM Nuansa UMY 2013-2014, Selasa (29/10). Menurutnya, keberadaan jurnalis kampus itu juga dapat memberikan informasi pada semua mahasiswa tentang suatu kegiatan yang dilakukan oleh organisasi kampus atau UKM. Dengan begitu, mahasiswa akan mengetahui bahwa di universitasnya juga memiliki kegiatan non akademik yang bisa menunjang peningkatan intelektual, moral dan softskill.
Sugito juga mengatakan dengan adanya LPPM Nuansa UMY ini mahasiswa baru di UMY juga akan lebih aktif dalam mengembangkan diri. Berita-berita atau tulisan-tulisan yang dibuat oleh jurnalis Nuansa, diharapkan juga dapat mengubah pemikiran mahasiswa yang tidak ingin memanfaatkan orgasnisasi di UMY. “Sekarang ini banyak juga mahasiswa yang kuliah pulang – kuliah pulang atau mahasiswa kupu-kupu. untuk itu Nuansa UMY saya harapkan dapat memberikan informasi pada mereka tentang kegiatan di kampus kita ini. Dengan harapan nantinya seluruh mahasiswa UMY juga bisa berprestasi pada non-akademik, serta menjadi mahasiswa yang unggul intelektual dan moralnya,” ungkapnya.
Sementara itu, menurut Pimpinan Umum demisioner Nuansa UMY Ahlul Amalsyah, jurnalis itu bagaikan bayi. Apa yang diberi dan dilihat oleh bayi, maka dia akan mengejar dan memakannya. “Sama halnya jurnalis, apa yang dilihat dan didengar akan ditulis. Baik atau tidaknya itu, nantinya kan dikawal oleh dapur redaksi. Urusan diterbitkan atau tidak, itu urusannya dapur redaksi. Tapi kita juga jangan memberikan bahan sampah pada koki di dapur, karena berita sampah itu tidak bisa dihidangkan,” jelas Pimpinan Umum 2012-2013 ini.
Di sisi lain, Pimpinan Umum Nuansa UMY terpilih Mujib Alwi Zuhdi dalam sambutannya menyampaikan, peran media selain menjadi alat penyalur aspirasi mahasiswa  diharapkan juga mampu menjadi alat penengah atau mediasi antara mahasiswa dan pihak  kampus. Selain itu, Mujib juga mengajak jurnalis Nuansa UMY untuk memiliki sifat tabayyun atau memastikan suatu perkara. “Jurnalis Nuansa UMY merupakan mediator antara mahasiswa dengan mahasiswa, maupun antara mahasiswa dengan kampus dalam hal informasi. Maka dari itu,  jurnalis Nuansa UMY harus memiliki sifat tabayyun, jangan mengabarkan suatu hal yang tidak jelas kebenarannya,” jelas Pimpinan Umum Nuansa UMY 2013-2014 ini.