Jokowi Tandatangani 5 Prasasti Amal Usaha Muhammadiyah

Mei 23, 2016 oleh : BHP UMY

IMG_6537(1)

Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo menandatangani lima prasasti amal usaha yang dimiliki oleh persyarikatan Muhammadiyah. Penandatanganan kelima prasasti tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dilaksanakan pada Senin hingga Selasa (23-24/5) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dalam konvensi tersebut turut mengundang Presiden, Ir. Joko Widodo untuk membuka konvensi Indonesia Berkemajuan sekaligus menandatangani lima prasasti Amal Usaha Muhammadiyah pada Senin, (23/5) di Sportorium UMY.

Kelima prasasti tersebut yaitu peresmian Universitas Aisyiah Yogyakarta, peresmian gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta, peresmian pembangkit listrik tenaga mikro hidro 2, peresmian observatorium ilmu falak Universitas Sumatera Utara, serta peresmian gedung klinik utama surya medika PKU Muhammadiyah Sumbawa.

Dalam penandatanganan kelima prasasti tersebut, Ir. Joko Widodo turut disaksikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Haedar Nasir, M.Si., Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Dra. Hj. Siti Noorjannah Djohantini, M.M., M.Si, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ketua MPR DR. (HC) Zulkifili Hasan, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, Menteri Agama RI Drs. H. Lukman Hakim, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Indonesia Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M, serta Rektor UMY Prof. Bambang Cipto, MA.

Selain itu dalam rangkaian konvensi tersebut, PP Muhammadiyah memberikan penghargaan kepada dosen berprestasi pemegang hak paten, hak cipta, serta desain industry. Kategori pemegang hak paten diberikan kepada 10 dosen dari 5 Universitas Muhammadiyah.

Kesepuluh dosen dari lima Universitas Muhammadiyah tersebut diantaranya yaitu 6 dosen dari Universitas Muhammadiyah Malang, Mohammad Chasrun Hasani dengan judul paten Aparatus Penghitung Detak Jantung Manusia, Achmad Fauzan Hery dengan judul Mesin Penurun Kadar Air Madu dengan Pengkabut, Aris Winaya Formula Suplemen Pakan Asal Mikro Alga Anabaena Azzolae sebagai Sumber Vitamin Antioksidan, Aris Winaya dengan judul komposisi dan produk pakan tambahan berbahan dasar tanaman Azolla sp, Latipun dengan judul Intervensi pencegahan perilaku antisosial, serta Elfi Anis Saati dengan judul produk pewarna alami makanan dari bunga mawar merah dan proses pembuatannya. Sedangkan dalam proses hak paten, UM Malang saat ini memiliki 82 paten dan 2 desain produk industri. Selain itu, UM Malang memiliki dosen pemegang hak cipta dengan jumlah 25 orang.

Sedangkan penerima penghargaan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yaitu haryadi dengan judul paten metode dan aparatus (alat) untuk mengukur sifat listrik dari struktur transistor efek medan yang terkena cahaya, dan juga penelitian metode dan alat untuk pengukuran sifat listrik struktur transitor efek medan gerbang arus balik (back-gate). Dalam proses hak paten, UAD memiliki 20 paten, 48 hak cipta, serta 3 desain industri. Adapun penerima penghargaan Universitas Muhammadiyah Sukabumi, diraih oleh Salih Muharam dengan judul paten peralatan pengolahan limbah cair portabel metoda elektrokoagulasi.

Penerima penghargaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) diraih oleh Kun Harismah dengan judul proses pembuatan nata dengan penambahan gula merah. Saat ini UMS telah memiliki dosen pemegang hak cipta sebanyak 7 desain industri, serta memiliki proses hak cipta sebanyak 18 paten.

Selain penyerahan penghargaan kepada dosen penerima hak paten untuk lima universitas Muhammadiyah tersebut, PP Muhammadiyah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi 2015/2016 di tingkat Internasional dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY sebanyak 70 siswa.

70 Siswa penerima penghargaan tersebut masing-masing sekolah terbagi kedalam dua wilayah, diantaranya yaitu PWM Jatim yang meliputi SMA Muhammadiyah 1 Gresik, SD Muhammadiyah 4 Pucung, serta SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Sedangkan dari wilayah DIY yaitu SD Muhammadiyah Sapen, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, serta SD Mujahidin Gunung Kidul. (hv)