HI UMY Kaji Uni Eropa Dengan Wakil Delegasi Uni Eropa-Indonesia

November 30, 2019 oleh : BHP UMY

Dalam rangka menambah wawasan tentang kajian studi Uni Eropa dengan melihat hubungan internasional antara Uni Eropa dan Indonesia, International Program for international Relations (IPIREL) UMY mengadakan kuliah umum bersama H.E. Charles Michel Geurts. Acara ini bertemakan “Hubungan Uni Eropa dengan Indonesia” dan digelar pada hari Jum’at (29/11) di Gedung AR Fakhruddin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

H.E. Charles Michel Geurts, wakil ketua delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam menyampaikan tentang Uni Eropa dan apa yang dilakukan oleh Uni Eropa. ”Uni Eropa merupakan pengelompokan dari 28 negara independen dengan sekitar 510,1 juta penduduk tinggal di dalam perbatasannya, Ekonomi terbesar kedua di dunia dan nomor 1 dalam pembangunan dan hadiah perdamaian nobel bantuan kemanusiaan,” paparnya.

Selanjutnya ia menyampaikan tentang hubungan Indonesia dengan Uni Eropa berdasarkan tantangan umum dan nilai-nilai bersama serta hubungan jarak jauh-dekat. ”Berdasarkan tantangan umum dan nilai-nilai bersama, Indonesia dan Uni Eropa memiliki hubungan dalam demokrasi dan Hak Asasi Manusia, keamanan, perubahan iklim, terutama dalam bencana alam sebagai bentuk solidaritas kepada Indonesia yang ada di Lombok, Palu dan Selat Sunda. Kemudian berdasarkan hubungan jarak jauh-dekat meliputi pertumbuhan pasar dan investasi, pertumbuhan kontak orang ke orang, yaitu di tahun 2018 pengunjung Uni Eropa menjacapai 1,9 juta orang, serta adanya 1600 beasiswa pertahun termasuk 230 beasiswa Erasmus. Selanjutnya konektivitas digital seperti kerja sama atau perlindungan data pada penggambaran satelit corpenicus, dan pada tahun 2008 seluruh penerbangan Indonesia masuk kedalam daftar keselamatan Uni Eropa,” jelasnya.

Charles juga menjelaskan kemitraan dan perjanjian antara Indonesia dan Uni Eropa sejak tahun 2014 meliputi, kerja sama politik, konektivitas orang ke orang, tata pemerintahan yang baik dan hak asasi manusia, bantuan bencana dan bantuan kemanusiaan, perdagangan dan investasi, perubahan lingkungan dan iklim, pembangunan berkelanjutan, serta kontempurisme perdamaian dan keamanan.

Sementara itu, Dr. Nur Azizah, M.Si, Ketua Prodi HI UMY menyampaikan bahwa adanya kuliah umum duta besar dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam kajian studi Uni Eropa. “Harapannya dengan mengundang H.E. Charles Michel Geurts selaku wakil ketua delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, mahasiswa dapat belajar dan lebih memahami kajian studi Uni Eropa sebagai bentuk peningkatan kualitas pembelajaran pada mata kuliah Model Europan Union,” tutupnya. (sofia)