IPIREL UMY Ajak Mahasiswanya Kuliah Umum Bersama Dosen Asing

November 8, 2019 oleh : BHP UMY

Berkompetisi secara global khususnya pada bidang politik-ekonomi adalah sebuah peluang besar bagi setiap negara guna mencapai kemajuan-kemajuan yang ingin didapat. Hal tersebut diungkapkan Prof. Dr. Mohammad Kamarulnizam Abdullah, dosen tamu dari Universitas Utara Malaysia pada kuliah umum Program Studi Internasional Program for Internasional Relations Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (IPIREL UMY). Kuliah umum dengan tema “Competing the Global, Political-Economic Opportunities the Winners and Losers in Southeast Asia” pada Selasa (5/11) tersebut dilaksanakan di Gedung Amphiteater Pascasarjana UMY.

Ia juga mengungkapkan bahwa memahami edukasi mengenai demokrasi adalah salah satu faktor yang penting guna menunjang kemampuan berpikir dan bertindak secara kritis bagi setiap individu di suatu negara. “Setiap negara butuh demokrasi yang disertai dengan edukasi,” ungkapnya saat memberikan materi kuliah umum.

Tidak hanya itu, ia juga menambahkan bahwa untuk memajukan suatu negara, penting adanya sebuah hubungan dengan negara lain. “Setelah perang dingin yang terjadi, Asia Tenggara lebih banyak mengikuti gerakan yang bersifat non blok, namun catatan yang harus digunakan adalah hubungan suatu negara satu dengan negara lain yang tidak tergabung dalam non blok semisal, harus tetap terjaga. Hal itu berguna untuk menunjang ekonomi dan politik bagi suatu negara,” ujarnya lagi

“Berbicara tentang ekonomi di ASEAN, Indonesia memegang peringkat pertama mengenai tingkat ekonomi terbesar dari seluruh negara yang tergabung, namun peringkat ekonomi terkaya masih dipegang oleh Singapura. Indonesia mendapat pencapaian tersebut dikarenakan populasinya yang banyak dan hasil dari faktor lokasi yang setiap pulaunya dikelilingi oleh lautan,” ungkapnya.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Dr. Sugeng Riyanto dosen Hubungan Internasional UMY mengharapkan mahasiswanya bisa mengenal dan belajar dengan dosen internasional tidak hanya dengan dosen Indonesia. “Sangat mengharapkan mahasiswa di UMY ini khususnya IPIREL dapat belajar dan lebih mengenal lagi mengenai mata kuliah yang dipelajari dan belajar dengan dosen asing di setiap semester mereka. Kedua untuk memberikan keluasan tentang cara pandang yang berbeda mengenai hubungan internasional dari berbagai macam negara tidak hanya tentang Indonesia saja,” tutupnya. (CDL)