IPIEF UMY Selenggarakan ISC – YIELds

Juli 30, 2016 oleh : BHP UMY

Untitled1

International Program for Islamic Economic and Finance (IPIEF) UMY untuk kali pertamanya menyelenggarakan International Short Course for Young Islamic Economics Leaders (ISC – YIELds), yang bekerjasama dengan Fakulti Ekonomi dan Muamalat, Universiti Sains Islam Malaysia (FEM USIM). Program yang digelar pada 21 hingga 26 Juli ini melibatkan 30 mahasiswa, baik yang berasal dari UMY maupun USIM.

Program short course tersebut terbagi dalam dua kegiatan, yakni Indoor courses dan Outdoor activities. Indoor courseĀ  berupa presentasi dari instruktur dan Focus Grup Discussion (FGD) serta penugasan lainnya. Sedangkan outdoor activities dibagi dalam dua bentuk yaitu educational visit berupa kunjungan ke sejumlah institusi pendidikan, dilengkapi dengan company visit yang mengambil bentuk kunjungan pada perusahaan, baik yang bergerak di bidang keuangan seperti BMT dan perbankan Islam, serta industri non-keuangan.

Pada pembukaan short course yang dilaksanakan pada Kamis (21/7) Dr. Masyhudi Muqorobin, Direktur IPIEF UMY menekankan arti pentingnya menyongsong era baru atau yang sering disebut sebagai ‘Generasi ke Tiga’ dalam perkembangan ekonomi Islam. Generasi ke tiga tersebut menurutnya harus dipersiapkan dengan matang demi mewujudkan sistem ekonomi Islam yang lebih berkeadilan dan bisa menjamin kesejahteraan masyarakat dengan baik.

“Ekonomi Islam akan menjadi leading economics pada beberapa abad ke depan nanti. Karena itu, semua penggerak ekonomi Islam harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan kapasitas dan pemahaman yang lebih baik terhadap ajaran ekonomi Islam,” ujarnya.

Masyhudi juga menjelaskan pentingnya mendalami ilmu ekonomi konvensional dan perbandingannya dengan ilmu ekonomi Islam dalam menghadapi masa depan perkembangan ilmu ekonomi dan perekonomian secara umum. “Saat ini ekonomi Islam bukan hanya menjadi program atau kegiatan oleh masyarakat, namun sudah menjadi sebuah gerakan masif yang tidak hanya melibatkan umat Islam tapi juga masyarakat non-Muslim yang melihat sisi positif dan keadilan yang ada dalam ekonomi Islam,” jelas Masyhudi lagi.

Tak hanya itu saja, menurut Masyhudi, beberapa event seperti seminar, konferensi dan berbagai kegiatan lainnya yang bertemakan tentang ekonomi Islam, saat ini bukan hanya diikuti melainkan juga diselenggarakan oleh komunitas atau organisasi non-Muslim, baik di Indonesia maupun negara-negara lain di seluruh dunia. Hal itulah yang menurutnya membuktikan bahwa ekonomi Islam memiliki daya tarik yang luas dan sudah menjadi gerakan yang cukup masif untuk dilakukan oleh banyak kalangan.

Adapun model short course yang diselenggarakan oleh IPIEF dan USIM kali ini adalah berupa pelatihan singkat untuk meningkatkan kapasitas para peserta sebagai calon pemimpin ekonomi Islam. Sejumlah instruktur dari UMY dan UGM juga dilibatkan untuk menangani short course tersebut, seperti Dr. Masyhudi Muqorobin, Dr. Rizal Yaya, Ayif Fathurahman, M.Si, Yuli Utami, M.Ec, Syarif Asad, MSI, Romi Hartarto, M.Ec, Dyah Titis M.Ec, Khalifanny ash-Shiddiqi M.Ec, dan Dr. M. Akbar Susamto (UGM).