Indonesia Mengalami Krisis Kreatifitas

Oktober 26, 2017 oleh : Una
Indonesia saat ini sedang mengalami krisis kreatifitas. Krisis kreatifitas yang dimaksud adalah bagaimana anak muda khususnya mahasiswa bisa berfikir lebih kreatif salah satunya dalam membangun sebuah wirausaha.

Hal tersebut disampaikan oleh Yoga Wisnu Wardani, salah satu penilai Business Plan dari marketing Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Yogyakarta, saat diwawancarai di sela-sela kegiatan presentasi business plan Agribisnis. Presentasi business plan yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian UMY tersebut berlangsung sejak Senin (23/10) hingga Jumat (27/10) di Laboratorium Agribisnis UMY.

Yoga mengatakan bahwa Indonesia mengalami gap-gap kreatifitas. Gap-gap kreatifitas yang dimaksud adalah adanya sebuah kelompok yang sangat kreatif dan ada kelompok yang sama sekali tidak kreatif dalam hal yang berkaitan dengan kreatifitas bidang kewirausahaan. “Untuk menumbuhkan kreatifitas memanglah sangat sulit. Maka dari itu di dalam lingkungan perguruan tinggi khususnya, semenjak semester awal seharusnya sudah mulai dibangun sebuah pemikiran yang kreatif sehingga nantinya pemikirannya tidak hanya ingin menjadi seorang pegawai tapi juga menumbuhkan pemikiran yang kreatif, membangun sebuah bisnis,” ujarnya.

Selain itu Yoga juga menegaskan bahwa ide kreatif tentang sebuah wirausaha merupakan suatu hal yang mempunyai nilai. Nilai dari ide kreatifitas tersebut bersifat subyektif tergantung siapa yang melihat ide tersebut. “Ide adalah suatu nilai yang mahal dan tidak bisa dinilai secara objektif, karena ide itu sebenarnya nilainya subyektif. Siapa yang melihatnya, maka nilainya akan berbeda,” tambahnya.

Senada dengan itu Achmad Fachruddin, S.E.,M.Si selaku salah satu pengajar mata kuliah business plan di Agribisnis UMY mengatakan bahwa, sebuah business plan merupakan sesuatu yang bernilai. Selain itu, di kalangan mahasiswa hal tersebut merupakan sebuah prestasi yang bisa diikutkan ke dalam sebuah perlombaan ataupun event-event besar.

Achmad Fachruddin juga mengatakan bahwa dengan adanya mata kuliah business plan diharapkan bisa melahirkan seorang wirausahawan, dan mahasiswa bisa lebih kreatif dalam membuat sebuah proposal wirausaha, sehingga dapat diaplikasikan secara nyata. “Dengan adanya mata kuliah Business Plan ini, maka diharapkan bisa tercipta profil lulusan wirausahawan di bidang pertanian,” tambahnya. (Zaki)

Sharing is caring!