Indonesia Jadi Tuan Rumah IPhO 2017

Juli 21, 2017 oleh : BHP UMY

IPhO (International Physics Olympiad) 2017 kembali diadakan di Indonesia. IPhO sendiri merupakan ajang olimpiade sains tertua dan terbesar setelah olimpiade matematika yang mempertemukan anak-anak SMA (Sekolah Menengah Atas) terbaik untuk bertanding dalam penguasaan kompetensi bidang Fisika. Rangkaian kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 16 hingga 24 Juli di Yogyakarta.

Asep Sukmayadi selaku panitia penyelenggara dari Direktorat PSMA (Pembinaan SMA) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia mengatakan bahwa terdapat 86 negara yang turut berpartisipasi dalam agenda IPhO 2017. “Dari 86 negara yang ikut tergabung dalam IPhO tahun ini, ada 650 peserta yang berlomba dalam olimpiade ini,” ujarnya. Pembukaan ajang internasional tersebut dilaksanakan di Ballroom The Sahid Rich Hotel, Yogyakarta pada Senin (17/7). Sedangkan pelaksanaan olimpiade berupa kompetisi mengerjakan soal-soal praktik dan teori diselenggarakan di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

IPhO sendiri merupakan perpanjangan dari kompetisi serupa di Indonesia. “Olimpiade tahunan ini adalah kelanjutan dari OSN (Olimpiade Sains Nasional) lalu yang kita adakan di Riau, perwakilan dari Indonesia yang berpartisipasi dalam perlombaan kali ini merupakan siswa SMA yang sudah lolos dari OSN. Dan bukan hanya dalam fisika, Indonesia turut aktif berpartisipasi dalam bidang kompetensi sains lainnya. Tahun 2015 lalu misalnya perwakilan Indonesia ikut berlomba dalam International Olympiade on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2015 yang diadakan di Magelang,” tutur Asep.

Asep menyebutkan bahwa IPhO 2017 merupakan kali kedua diadakan di Indonesia. “Sebelumnya Indonesia sudah pernah ditunjuk menjadi tuan rumah untuk IPhO pada tahun 2002 lalu di Bali. Olimpiade fisika sendiri merupakan olimpiade sains tertua setelah matematika. Dia digagas pada tahun 50-an dengan lebih dari 160 negara yang menjadi pesertanya. Indonesia sendiri mulai berpartisipasi sejak tahun 90-an,” imbuhnya.

Asep juga menambahkan bahwa pemerintah menyediakan reward sebagai apresiasi bagi siswa yang berprestasi dalam olimpiade sains internasional. “Selama 10 tahun terakhir pemerintah sudah menyediakan penghargaan bagi siswa-siswa yang berprestasi dalam olimpiade sains internasional seperti beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat S1 sesuai minat di universitas dalam negeri. Malahan untuk mereka yang mendapatkan medali emas pemerintah dapat memberikan beasiswa hingga jenjang S2 dan S3 di universitas manapun di seluruh dunia bekerja sama dengan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan),” paparnya

Dijelaskan oleh Asep, selain bidang sains pemerintah melalui Kemendikbud juga mengadakan ajang kompetisi untuk bidang lain. “Tidak hanya dalam sains, pemerintah juga memberikan reward untuk bidang-bidang lainnya seperti ekonomi, olahraga, pramuka bahkan untuk komik, cerpen dan puisi. Kita mencoba untuk memfasilitasi setiap bidang minta bakat anak-anak selama dalam jenjang SMA tanpa membeda-bedakan kompetensi,” tutupnya.

Sharing is caring!