Indofood Hibahkan Dana Penelitian Pada 7 Mahasiswa Pertanian UMY

Agustus 31, 2017 oleh : BHP UMY

Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berhasil mendapatkan hibah dana untuk penelitian dalam bidang pangan. Kali ini yang berhasil mendapatkan hibah dana penelitian tersebut adalah tujuh mahasiswa Fakultas Pertanian UMY dalam program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2017, yang telah diumumkan pada 18 Agustus lalu. Acara tersebut merupakan salah satu bentuk Corporate Social Responsibillity (CSR) PT Indofood Sukses Makmur yang bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui mahasiswa dan melakukan penelitian pangan berbasis komuditas lokal sekaligus menghasilkan akademisi yang unggul pada bidang pangan. Selain UMY, dalam program bertajuk “Mencerdaskan Bangsa Melalui Kemandirian Pangan Berbasis Potensi dan Keaarifan Lokal Secara Berkelanjutan” 54 Perguruan Tinggi lainnya juga mendapatkan hibah yang sama dan akan menandatangani kontrak pada 6 hingga 8 September mendatang di Villa Indah Ciloto, Bogor.

Ketujuh mahasiswa UMY tersebut merupakan angkatan 2014 yakni, Dian Windriyana N, Septiana, Bayu Prasetya, Moh Reza Bhashesty, Alfi Muthia, Maulana Yusuf yang merupakan mahasiswa Program Studi Agroteknologi serta Mutiara Budi Amalia dari Program Studi Agribisnis. Sebelumnya mahasiwa harus mengajukan proposal penelitian kepada panitia yang kemudian diseleksi oleh dewan juri sesuai ketentuan-ketentuan yang berlaku. “Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam kriteria penilian dewan juri seperti kesesuaian tema penelitian, pemilihan komuditas bahan pangan lokal yang dipilih dalam penelitian, memiliki kontribusi pada perkembangan iptek dan pembangunan serta kesesuaian proposal dengan tema IRN. Sehingga para peserta dituntut untuk harus lebih memperdalam pemahaman tentang perkembangan pangan yang ada saat ini, karena itu yang akan menjadi modal untuk konten di proposal dan penilaian dewan juri, “ ujar Bayu Prasetya salah satu penerima hibah dana dari IRN, saat diwawancarai BHP UMY, Kamis (31/8).

Menurut mahasiswa bimbingan Ir. Agus Nugroho Setiyawan, M.P. selaku dosen Fakultas Pertanian tersebut, hibah dana dari IRN merupakan awal yang baik dan menjadi dorongan bagi mahasiswa khususnya Fakultas Pertanian, agar mengetahui lebih dalam bagaimana melakukan penelitian yang bisa memuculkan inovasi yang baru. “Saya bersyukur bisa lolos dan mendapatkan hibah dana, karena tidak sedikit yang mendaftar sehingga hal ini menjadi kesempatan bagi universitas khususnya saya pribadi untuk berkontribusi terhadap tatanan akademis yaitu melalui penelitian. Khususnya kepada dosen pembimbing yang sudah meluangkan waktunya dalam membimbing serta mengarahkan proposal dengan baik. Karena kesempatan ini saya akan optimalkan agar mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan,” ujar Bayu Prasetya.

Bayu menambahkan pada proses pengajuan proposal juga harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh panitia, karena hal tersebut mempengaruhi terhadap peniliaan. “Proposal yang saya ajukan yaitu “Uji Tingkat Ketinggian Perangkap Menggunakan Feremon Dalam Pengendalian Kumbang Tanduk (Oryctes Rhinoceros) Pada Tanaman Kelapa”. Karena sebenarnya kumbang tanduk yang berada pada pohon kelapa merupakan hama utama dan hal ini terjadi di semua penjuru Indonesia. Kerusakan oleh serangan hama ini menyebabkan produktivitas kelapa di Indonesia belum dapat maksimal, sehingga diperlukan pengendalian yang efektif dan aman terhadap lingkungan. Saya menerapkan pengendalian perangkap feromon yang ramah lingkungan, karena pada mekanisme kerjanya feromon akan menyebarkan aroma atau bau dengan bantuan angin yang dapat mengikat kumbang jantan dan betina untuk melakukan perkawinan,” Papar Bayu.

Kembali ditambahkan Bayu dengan mengetahui perilaku kebiasaan kumbang tanduk yang biasanya terdapat pada ketiak pelepah kelapa untuk bersembunyi. Akan tetapi juga sering turun pada permukaan tanah untuk meletakan telur di semak atau bekas tanaman yang mati dan membusuk. “Dari kebiasaan tersebut terdapat jenjang ketinggian yang berpengaruh terhadap proses penyebaran aroma feromon, karena setiap ketinggian memiliki kecepatan angin yang berbeda. Berangkat dari hal ini saya ingin menguji apakah ketinggian perangkap feromon dapat berpengaruh terhadap jumlah hama kumbang tanduk yang terperangkap pada tanaman kelapa. Ketinggian yang akan diujikan yaitu 0 sampai 8 meter, lokasi penelitian yang saya ambil di kebun kelapa milik masyarakat Desa Kota Baru Provinsi Riau karena daerah tersebut merupakan salah satu sentral produksi kelapa terbesar di Riau,” tandas Bayu.

Bayu juga berharap dengan adanya hibah dana untuk penelitian ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin mengingat peran mahasiswa sangat dibutuhkan dalam memunculkan gagasan baru untuk masyarakat. “Harapan saya kedepannya adalah lebih banyak lagi mahasiswa UMY yang ikut berpartisipai dalam program penelitian IRN ini. Sehingga tahun berikutnya tidak hanya bersembilan lagi yang ikut serta akan tetapi bisa lebih banyak lagi yang lolos dan mendapatkan hibah penelitian,” tutupnya. (Sumali)

Sharing is caring!