Ilmu Komunikasi UMY Gelar Urban Market Youth 2015

Januari 19, 2015 oleh : BHP UMY
Pengunjung melihat hasil media periklanan pada Urban Market Youth 2015 Ilmu Komunikasi UMY

Pengunjung melihat hasil media periklanan pada Urban Market Youth 2015 Ilmu Komunikasi UMY

Belajar tidak hanya menguasai teori di kelas perkuliahan, akan tetapi juga menguasai dan mempraktekan apa yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, hal itu perlu diimplementasi secara langsung pada saat ilmu itu telah selesai dipelajari. Sehingga para mahasiswa diharapkan dapat lebih merasakan praktiknya terkait dengan apa yang mereka pelajari selama kuliah.

Hal tersebut diungkapkan oleh dosen Ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (IKOM-UMY) Erwan Sudiwijaya, S.Sos., MBA dalam sambutannya saat membuka pergelaran pameran mahasiswa IKOM yang diberinama “Urban Market Youth 2015”. Sebanyak 54 stand makanan, 54 stand periklanan dan 18 stand copywriting lengkap dengan skripnya dipamerkan dalam kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari Uji Kompetensi Ke-4 Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang mengambil mata kuliah Entrepreneurship, Periklanan, dan Copywriting. Kegiatan tersebut digelar mulai dari Lobby Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UMY hingga Loby Fakultas Hukum (FH) UMY lantai 1 dan 2, Sabtu (17/01)

Erwan menjelaskan, bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi mata kuliah entrepreneurship, periklanan dan copy writing yang sebelumnya telah mereka persiapkan dalam bentuk konsep ketika belajar di kelas selama satu semester. Selain itu kegiatan ini juga sebagai praktik nyata bagi mahasiswa untuk merasakan apa yang telah mahasiswa konsepkan dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebenarnya tujuannya adalah merealisasikan ilmu dengan kenyataan, jadi sebetulnya saya melihat dan mengevaluasi mata kuliah entrepreunership sebelum hanya berhenti pada proposal, dan merekapun tidak yakin usaha yang mereka konsepkan itu bisa menjadi sebuah usaha. Saya ingin usaha yang mereka konsepkan itu dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, begitu juga dengan mata kuliah Periklanan dan Copy Writing. Jadi sebetulnya sih ide awalnya itu pengen mengaplikasikan ilmu yang didapat selama berkuliah di ruang kelas kedalam dunia nyata dan mereka dapat melakukannya dalam kehidupan sehari-hari” ujarnya.

Erwan menambahkan, bahwa kegiatan ini bukan kali pertama pihaknya adakan, 2 tahun sebelumnya kegiatan serupa pernah diadakan, akan tetapi masih belum semeriah seperti yang diadakan pada hari ini, dan pada tahun kedua juga hanya bisa dilakukan di dalam kelas perkuliahan.

“Ini sudah tahun ketiga, tapi dulu lingkupnya belum sebesar ini sih, jadi Ujian Kompetensi (UK)  pada tahun pertama masih sederhana satu meja bersama, dan yang UK pada tahun selanjutnya malah menurun, jadi hanya dilakukan didalam kelas saja. Untuk  tahun ketiga Alhamdulilah ini diluar ekspektasi saya, jadi sebetulnya sih gambaran yang saya sampaikan dikelas tidak sebesar ini, ternyata sangat beragam displaynya disini, dan rata-rata setiap satu produk menggunakan satu stand pameran”

Selain merupakan bagian dari Uji Kompetensi, Erwan menjelaskan bahwa pihaknya juga mempunyai impian jangka panjang terhadap kegiatan ini. Yaitu membuat pameran seperti yang pasar seni Institute Teknologi Bandung (ITB), yang mana seluruh karya kreatif mahasiswa bisa dipamerkan pada kegiatan tersebut. Erwan juga berharap bahwa kegiatan pameran ini dapat menjadi tempat berkumpulnya seluruh mahasiswa dan alumni UMY, yang nantinya dapat menjadi wadah membangun jaringan antara mahasiswa dan alumni.

​“Harapan saya, nanti kedepannya bisa jadi seperti pasar seni ITB, jadi satu hari semua karya kreatif mahasiswa bisa dipamerkan disitu, dan di ajang ini itu bisa tempat berkumpulnya semua mahasiswa dan alumnus UMY. Jadi semua mahasiswa aktif UMY bisa ikutan nanti diacara yang seperti yang aku bilang tadi. Alumnus dari berbagai kota juga pada saat ada Urban Market Youth mereka punya alasan untuk balik ke Jogja. Dampaknya adalah, saat hubungan antara alumnus dengan mahasiswa yang aktif itu dekat, nantinya akan terbentuk jaringan yang luas yang dapat menguntungkan mahasiswa itu sendiri setelah mereka lulus, mungkin seperti saat bekerja dan hal lainya”. (Shidqi)