Ikut Mencerdaskan Anak Bangsa, Muhammadiyah & UMY Resmikan Rumah Baca Di Kokoda

Januari 14, 2019 oleh : BHP UMY

KOKODA – Pendidikan yang layak merupakan hak semua orang. Begitulah seharusnya yang terjadi di Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta terdepan untuk ikut mencerdaskan anak bangsa di bagian Timur Indonesia tepatnya Kampung Warmon Kokoda, Sorong, Papua Barat.

Langkah konkret itu dituangkan dalam peresmian rumah baca ‘nabaca bukuga’ pada Sabtu 12 Januari 2019 yang langsung dihadiri oleh ketua umum PP Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. beserta ketua umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Dhojantini, M.M., M.Si. Selain itu juga Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., Rektor Unimuda Dr. Rustamaji, ketua MPM PP Muhammadiyah M. Nurul Yamin, Wakil Bupati Sorong Suka Hardono, serta jajaran pejabat di Kabupaten Sorong dan para Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah lainnya.

Rumah Baca tersebut merupakan salah satu program KKN Mahardika Bakti Nusantara UMY, yang kemudian baru diresmikan tahun 2019 atau beberapa bulan setelah KKN MBN generasi ketiga selesai tugas pada Oktober 2018. KKN UMY ini juga bekerjasama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah sebagai mediator pelaksana kegiatan. Dengan menugaskan KKN MBN mengabdikan diri di Kampung Kokoda, distrik Mayamuk sejak 2016. Selain meresmikan Rumah Baca, juga dilakukan peletakan batu pertama penambahan pembangunan ruang kelas TK/SD Labschool Muhammadiyah, penyerahan sertifikat rumah, dan peresmian tempat prosesi adat.

Dalam peresmian tersebut, Haedar menyoroti banyaknya generasi muda yang masih perlu bimbingan untuk menjadi seseorang yang unggul di Kokoda. Lewat membaca orang itu bisa terbuka wawasannya, itulah yang kemudian menjadi perhatian MPM PP Muhammadiyah dan UMY mendirikan rumah baca untuk anak-anak di Kokoda. “Kami hadir ke Kokoda lewat MPM dan UMY. Saya melihat banyak anak kecil di sini, mereka itulah yang nantinya akan terus memajukan dan mengembangkan Kokoda. Lewat budaya membaca tujuan itu pasti bisa terwujud, maka dengan adanya Rumah Baca ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujar Haedar.

Haedar memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UMY yang telah menginisiasi Rumah Baca itu. Hal tersebut diungkapkannya sesaat sebelum meresmikan Rumah Baca dengan menabuh Tiva bersama-sama dengan tamu undangan yang datang.

“Apresiasi yang sangat tinggi kepada UMY yang terus menyebarkan kemajuan, dan berbagi untuk kawasan-kawasan terjauh. Termasuk Rumah Baca dan program-program KKN yang ada di Kokoda. Kami terus mendorong UMY meletakkan benih-benih kemajuan di masyarakat. InsyaAllah Rumah Baca ini akan menjadi tonggak dan sudut kebudayan bagi kemajuan peradaban masyarakat Kokoda dan juga Indonesia,” sambung Ketua PP Muhammadiyah.

Rektor UMY Gunawan juga mengharapkan setelah diresmikannya Rumah Baca Kokoda, memiliki multifungsi yang bisa bermanfaat untuk kegiatan masyarakat khususnya anak-anak. “Saya berharap Rumah Baca ini tidak hanya dijadikan tempat membaca saja. Tapi kalau sore bisa dijadikan tempat baca tulis Al Quran dan kejar paket A, sehingga makin banyak fungsinya semakin maju masyarakatnya. Kami juga berterima kasih kepada Bank Syariah Mandiri yang sudah menjadi mitra UMY dalam membangun delapan rumah baca di dalam negeri dan dua di luar negeri untuk menyukseskan prorgam 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal),” papar Gunawan.

Kokoda dihuni oleh 185 kepala keluarga atau sekitar 1000 jiwa, dulunya merupakan warga yang nomaden atau selalu berpindah tempat tinggal. Warga Kokoda selalu mengklaim tanah milik warga transmigrasi, sehinga menimbulkan keresahan. Dalam hal ini, Muhammadiyah memiliki inisiatif untuk memberikan solusi kemanusiaan agar warga Kokoda memiliki hak hidup yang sama. Mereka menghibahkan tanah untuk ditinggali, dengan dibangun sebanyak 55 unit rumah.

“Masalah utama warga Kokoda adalah tidak punya tempat tinggal tetap, jadi susah mereka memiliki mata pencaharian. Maka dari itu MPM bersama UMY dan Muhammadiyah memberikan fasilitas ini dengan hibahan tanah beserta bangunan rumahnya. Lebih dari itu juga memberikan pelatihan tentang cara bagaimana bertani, beternak, dan menangkap ikan.” tukas M. Nurul Yamin. (Habibi)