ICCF 2019 : Buka Jendela Budaya Internasional Lewat Kuliner

Maret 18, 2019 oleh : BHP UMY

Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) memang baru berumur 38 tahun, namun 38 tahun itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh UMY untuk meningkatkan kualitasnya. Banyak agenda berskala internasional yang sudah sukses dilakukan oleh UMY, hal ini tentunya sebagai bentuk usaha UMY untuk menjadi International Reputable University. Salah satuny adalah dengan menggelar International Cultural and Culinary Festival (ICCF) setiap tahunya sejak 2015.

Dalam Pembukaan Acara ICCF 2019 di Gedung Sportorium UMY pada Senin (18/3), Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP mengatakan bahwa ICCF sejatinya bertujuan untuk menjadi wadah bagi mahasiswa-mahasiswa asing yang berada di Yogyakarta untuk bertukar budaya. Bersama-sama memahami budaya-budaya yang ada di muka bumi. Selain itu juga untuk lebih memperkenalkan UMY dan Indonesia kepada dunia, serta meningkatkan kerja sama UMY dengan dunia internasional. “Dalam acara ini kita semua dapat mengenal berbagai budaya, dari mulai kesenian hingga makanan yang berasal dari 30 negara, sesuai dengan tema ICCF tahun ini Discover The World Through UMY,” tegasnya.

Gunawan juga sangat mengapresiasi terselenggaranya acara ICCF untuk yang kelima kalinya. Ia bangga dan mengatakan akan ada banyak agenda berskala internasional berikutnya yang akan diselenggarakan di UMY. “Saya bangga ICCF dapat terselenggara lagi dan ini sudah yang kelima. Untuk meningkatkan kerjasama UMY dengan dunia Internasional akan ada banyak agenda Internasional setiap tahunya dan akan terus ditingkatkan,” jelasnya.

Sementara Itu Eko Priyo Purnomo, M.Si., M.Res., Ph.D Kepala Lembaga Kerjasama UMY mengungkapkan ada 30 negara yang berpartisipasi dalam ICCF tahun ini. Mereka menyuguhkan budaya dari negaranya masing-masing dalam bentuk masakan hingga pertunjukan. “Alhamdulillah untuk tahun ini meningkat dari tahun kemarin, dengan 30 negara bersama-sama berkumpul di Sportorium UMY, ICCF tahun ini lebih besar dari tahun kemarin. Selain menyantap dan bertukar rasa melalui kuliner besok juga mereka akan kami ajak untuk keliling Yogyakarta. Sebagai bentuk kepedulian UMY untuk lebih memperkenalkan Indonesia terhadap mereka,” ungkapnya.

30 Negara tersebut antara lain Malaysia,Thailand, Ukraine, Japan, Philippines, Tanzania, Suriame, Ghana, Italy, Botswara, Egypt, Timor Leste, Rwanda, United States of America, Vietnam, Turkey, Spain, Turkmenistan, Yemen, Taiwan, Colombia, Pakistan, Gambia, Nigeria, Sudan, Mexico, China, Palestine, Hungary, dan Indonesia. Ke-30 negara tersebut menyuguhkan makanan khas dari tiap negara mereka masing-masing yang dapat dinikmati oleh pengunjung ICCF.

Eko kembali mengatakan, tujuan utama acara ini memang memperkenalkan UMY dan untuk mewujudkan cita-cita UMY menjadi universitas yang memiliki reputasi di dunia Internasional. Salah satu konsep kegiatan yang dilakukan adalah melalui ICCF tersebut. “Lewat makanan dan kuliner tersebut 3000 peserta yang hadir diharapkan dapat merasakan dan memahami perbedaan budaya dari tiap negara. Karena melalui budaya dan kuliner itu pula, jendela budaya internasional para pengunjung itu akan terbuka. Kami juga berharap agar pelaksanaan ICCF tahun depan bisa lebih meriah dan lebih banyak diikuti oleh partisipan dari berbagai negara lainnya,” pungkasnya. (pras)