Hindari Sikap Fanatik Politik, Perkaya Pemahaman Ilmu Sosial Politik

Februari 16, 2010 oleh : BHP UMY

Sebagai agen perubahan seorang mahasiswa perlu memperkaya pemahaman mengenai kajian-kajian ilmu sosial dan politik dari berbagai perspektif. Semakin beragam pemahaman yang diperoleh, akan menjadikan mahasiswa tidak akan mengalami sikap fanatik terhadap satu perspektif kajian ilmu sosial dan politik.

Demikian disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Ahmad Nurmandi, M.Sc dalam diskusi dan kuliah umum ‘Islamic Political in Modern Era’ di Kampus Terpadu UMY Selasa (16/2).

Lebih lanjut Nurmandi menjelaskan, mahasiswa boleh saja mempelajari berbagai kajian politik misalnya kajian politik suatu paham. Mahasiswa bisa melihat bagaimana praktek-praktek yang dilakukan paham tersebut sehingga mereka dapat memahaminya. “ Ada berbagai paham sosial politik salah satunya perspektif politik Islam, semakin mahasiswa mendapatkan pemahaman dari berbagai perspektif, mahasiswa akan semakin kaya pemahaman sosial politiknya,”urainya.

Selain itu dengan bertambahnya pemahaman tersebut mahasiswa akan semakin bijak dan tidak fanatik terhadap satu hal. “Sebagai agen perubahan mahasiswa diharap acceptable to everyone and community, dapat diterima semua orang dan semua masyarakat. Pemahaman jangan hanya monopolitik atau satu jenis pemahaman politik melainkan banyak pemahaman. Jangan sampai tidak diterima atau diperhatikan pendapatnya hanya gara-gara fanatik terhadap satu jenis perspektif ilmu politik.” tuturnya.

Melalui beragam pemahaman perspektif sosial politik, akan menjadikan mahasiswa tidak hanya fanatik terhadap satu perpektif saja. “Mereka akan melihat berbagai persoalan yang terjadi dengan perspektif-perspektif ilmu yang telah diperoleh, sehingga tidak fanatik terhadap satu kajian ilmu.” jelasnya.

Berkaitan dengan politik islam, Nurmandi menuturkan, sistem demokrasi yang ada saat ini merupakan sistem demokrasi barat, western democratic sistem. ”Seperti adanya pemilihan langsung, sistem itu merupakan sistem dari barat. Adanya politik islam dengan menggunakan sistem kilafah itu merupakan alternatif sistem pemerintahan yang bisa digunakan.” paparnya.

Dalam diskusi dan kuliah umum tersebut juga menghadirkan pembicara dari Doshisha University, Kyoto, Jepang, Dr. Hassan Ko Nakata yang memaparkan mengenai perspektif politik Islam di era modern.