Hiasan cantik di Hari Fitri dengan Sedap Malam warna – warni

Agustus 26, 2011 oleh : BHP UMY

Menjelang Hari Raya, berbagai persiapan dilakukan banyak orang, termasuk menambah indahnya ruangan rumah dengan hiasan vas bunga yang harum dan menyegarkan. Dalam memajang bunga di vas, diperlukan beberapa kreativitas agar tampilan bunga tidak monoton. Bunga Sedap Malam merupakan salah satu bunga potong yang diminati masyarakat untuk menghias rumah karena bunga ini mampu memancarkan aroma yang sedap khususnya saat malam hari, wanginya semakin kuat. Namun bunga sedap malam memiliki kelemahan yaitu sifat mudah rusak atauperishable.

Menurut Dosen Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ir. Titiek Widyastut, MSi banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempertahankan kesegarannya. Salah satunya dengan melakukan pewarnaan pada bunga sedap malam yang berwarna putih sehingga nantinya bunga ini memiliki tampilan warna baru yang lebih segar.

Sebagai komoditas hortikultura, bunga sedap malam tergantung pada penampilan atau bentuk fisik yang menarik. “Penampilan dan daya tahan prima itu ditentukan oleh banyak faktor. Salah satu faktor utamanya yaitu penanganannya mulai dari sebelum panen hingga setelah panen. Kualitas sedap malam akan tetap terlihat apabila keadaan bunga tersebut tetap segar dan indah setelah dipotong dari tanaman induk. Selain itu juga memiliki karakteristik daya tarik atau keindahan visual,”urainya saat ditemui di Kampus Terpadu UMY Kamis (25/8).

Untuk memperpanjang daya tahan bunga sedap malam dalam penuturan Titiek dapat dilakukan melalui pewarnaan pada bunga sedap malam warna putih. “Pewarnaan buatan tersebut bisa dilakukan dengan mencelupkan bunga ke bahan pewarna, penyemprotan dengan micro-sprayer atau dilakukan dengan perendaman tangkai bunga. Namun dari ketiga cara tersebut, pewarnaan dengan cara perendaman tangkai bunga merupakan cara pewarnaan yang paling mudah dilakukan dan terlihat paling alami. Selain itu teknik pewarnaan ini sangat mudah, murah dan tidak perlu waktu lama,”ujarnya.

Titiek kemudian menjelaskan bagaimana proses pewarnaan bunga sedap malam. “Pertama-tama bunga sedap malam yang masih segar dihilangkan daunnya. Selanjutnya tangkai bunga dipotong. Setelah itu siapkan larutan pewarna. Bisa menggunakan pewarna makanan karena lebih aman. Selanjutnya tangkai bunga tersebut dicelupkan ke dalam larutan pewarna. Setelah itu akan tercipta bunga sedap malam dengan warna-warna yang berbeda,”jelasnya.

Terkait dengan pewarnaan dan lama pencelupan, Titiek memaparkan bahwa tidak semua jenis pewarna makanan yang dijual di pasaran dapat memberikan respon yang baik. Agar respon tanaman terhadap pewarnaan dapat berjalan dengan cepat, dalam laurtan pewarna dapat ditambahkan gula dan asam sitrat. Gula dan asam sitrat tersebut juga dapat berfungsi untuk mempertahankan kesegaran bunga. Sedangkan lama pencelupan tergantung kondisi bunga dan jenis pewarna yang digunakan. Bisa dicelupkan selama tiga hingga lima jam,”ungkapnya.

Titiek juga mengingatkan bahwa warna bunga yang dihasilkan dipengaruhi oleh jenis pewarna, konsentrasi dan lama perendaman. “Semakin lama waktu perendaman dan semakin tinggi konsentrasi pewarna yang digunakan maka warna bunga yang dihasilkan pun semakin gelap,”tandasnya.