Hasil Penelitian Jadi Sumbangan Bagi Ilmu Pengetahuan

November 22, 2017 oleh : BHP UMY

Penelitian merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh kalangan civitas akademika. Penelitian juga merupakan kegiatan menemukan solusi untuk memecahkan sebuah permasalahan.  Dan hasil dari penelitian menjadi sumbangan bagi ilmu pengetahuan di bidang tertentu, sesuai dengan bidang yang diteliti. Akan tetapi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sehingga dapat dianggap sebagai sebuah ilmu pengetahuan, yaitu adanya objek dan metode penelitian serta memiliki beberapa dimensi.

Hal tersebut disampaikan oleh Teuku Afrizal, Ph.D dari Universitas Malaysia Sabah dalam kegiatan kuliah umum bertajuk “Metodologi Penelitian Sosial dan Sharing Pengalaman”, Rabu (22/11) di Gedung Kasman Singodimedjo Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. “Ilmu pengetahuan perlu memiliki beberpa dimensi diantaranya dimensi Epistimologis yang merupakan proses untuk membangun ilmu itu sendiri, dimensi Ontologis yaitu apa yang ingin dipelajari dan Aksiologi yang memiliki arti manfaat dari ilmu tersebut,” jelasnya.

Sumbangan ilmu pengetahuan yang berasal dari sebuah penelitian akan terus berkembang karena proses yang terjadi. “Ilmu pengetahuan tersebut akan terus berkembang karena ketika ditelisik di dalam satu buah penelitian maka masih banyak faktor yang belum diteliti. Sehingga akan menimbulkan penelitian baru yang akan mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut,” tambah Teuku Afrizal.

Teuku Afrizal juga mengatakan keprihatinannya terhadap peneliti yang sering melakukan improvisasi dalam melakukan penelitian. “ Tidak hanya penyanyi yang bisa melakukan improvisasi tapi seorang peneliti juga terkadang ada yang melakukan improvisasi terhadap data yang dibutuhkan. Contohnya seperti mengisi kuisioner sendiri bukan dari responden. Hal tersebut sebenarnya merupakan tindakan yang kurang baik dan menjadikan kesimpulan yang dihasilkan tidak valid. Karena sesungguhnya mencari ilmu itu adalah mencari kebenaran. Ketika mencarinya saja tidak benar maka tidak akan mendapatkan ilmu, namun yang didapatkan hanyalah pusingnya saja,”tambahnya.

Teuku Afrizal juga menekankan sebagai seorang peneliti juga perlu memiliki beberapa karakter ataupun sikap yang harus ditumbuhkan diantaranya sikap kritis, idealis, penuh pertimbangan. “Peneliti harus memiliki sikap ilmiah, kepekaan teoritis dan idealis, sehingga hasil dari penelitian bisa valid dan bermanfaat. Salah satu contohnya meninjau kembali tempat penelitian pada tahap pasca penelitian untuk melihat apakah ada perubahan yang terjadi dan data tersebut bisa ditambahkan, sehingga hasil penelitian bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya lagi.

Selain itu di dalam penelitian biasanya sering terdapat data tambahan yang digunakan agar memperlihatkan penelitian tersebut terlihat begitu bagusnya. Namun, menurut Teuku Afrizal hal tersebut tidak perlu dilakukan. “ Tidak perlu untuk menambahkan atau mengurangi sesuatu di dalam penelitian yang dilakukan, karena itu hanya akan menjadikan peneliti semakin kesulitan dalam menemukan hasil,” ujarnya. (zaki)