Gunakan Dana Zakat Institusi, UMY Bantu Bangun Masjid

Maret 20, 2017 oleh : BHP UMY

Setiap tahunnya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggunakan dana zakat institusi untuk disumbangkan ke daerah 2 km di sekitar kampus. Dana tersebut digunakan sebagai bentuk kepedulian UMY terhadap masyarakat di sekitar kampus. Kali ini, UMY mengalokasikan dana zakat institusi tersebut untuk pembangunan masjid di perumahan karyawan dan dosen “Mentari Elok” di Bangunjiwo, Bantul.

Hal tersebut dijelaskan secara langsung oleh rektor UMY, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P. pada agenda Pengajian Akbar dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid di Perumahan Karyawan dan Dosen UMY “Mentari Elok,” yang berlokasi di Kelurahan Bangunjiwo, Kabupaten Bantul. Agenda yang dilaksanakan pada Ahad (19/03) tersebut dihadiri oleh rektor UMY, pimpinan Ranting Muhammadiyah Bangunjiwo Barat, dan dilanjutkan dengan pengajian yang diisi oleh Drs. H. Yusuf A. Hasan, M.Ag.

Pemberian dana zakat institusi yang rutin dilakukan setiap tahunnya, diharapkan Gunawan dapat dimaksimalkan pada pembangunan masjid di kawasan tersebut. “Saya berharap panitia pembangunan masjid dapat segera membuat proposal pengajuan dana sehingga dana zakat institusi UMY akan segera turun. Kami berharap waktu puasa nanti masjid ini sudah dapat digunakan,” ungkap Gunawan.

Sementara itu, Drs. H. Yusuf A. Hasan, M.Ag., dalam pengajiannya menyampaikan bahwa siapa saja yang membangun masjid akan mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT. “Rasulullah bersabda barangsiapa yang membangun masjid Lillah, atau tanpa pamrih hanya mengharapkan ridho Allah, dan meskipun hanya sebesar sarang burung, maka Allah akan membangunkannya rumah di surga. Ibnu Hajar menafsirkan kalau kita membantu pembangunan masjid walau hanya dengan sebuah batu bata, maka Allah akan membangunkan rumah di surga yang besarnya sama dengan masjid yang kita bangun,” jelas Yusuf.

Namun demikian, Yusuf mengingatkan bahwa upaya masyarakat Muslim tidak cukup terhenti pada pembangunan masjid, namun masih berlanjut dalam menjalankan aktivitas masjid tersebut. “Pada kasusnya banyak dijumpai masjid-masjid yang berdiri kokoh dan besar, namun tidak ada imamnya, tidak ada yang adzan, dan tidak ada ta’mirnya. Oleh karenanya masjid ini nanti tidak boleh hanya berhenti pada pembangunannya saja, namun harus berlanjut pada kegiatan sehari-hari. Masyarakat di sekitar masjid juga harus menjalankan visi misi masjid sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW,” tutup Yusuf. (deansa)

Share thisShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0