Generasi Muda Muhammadiyah Harus Kenali Tokoh-Tokoh Muhammadiyah

Juli 15, 2019 oleh : BHP UMY

Banyaknya tokoh-tokoh Muhammadiyah yang masih belum diketahui oleh para generasi muda khususnya mahasiswa Muhammadiyah bahkan dosen-dosen yang bekerja di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah menjadi alasan Program Studi Doktor Politik Islam mengadakan kajian tentang Muhammadiyah berupa Seminar Kemuhammadiyahan dan Kebangsaan dengan tema “K.H. Ahmad Azhar Basyir, Akhlak, Hukum Islam dan Pemikiran Islam.” Acara ini diadakan pada hari Sabtu (13/7) di Ruang Sidang Pascasarjana Lantai 1 Gedung Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Pada acara Seminar Kemuhammadiyahan dan Kebangsaan ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Evi Sofia Inayati,S.Psi. selaku putri K.H. Ahmad Azhar Basyir, Drs. Achmad Charris Zubair, S.U. selaku Dosen Fakultas Filsafat UGM, dan Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.Si., Ph.D. selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan PP Aisyiyah.

Dalam sambutan pembukanya, Dr. Ir Gunawan Budiyanto, M.P selaku Rektor UMY mengatakan bahwa banyak generasi muda mulai lupa dengan tokoh-tokoh Muhammadiyah, oleh karena itu pentingnya adanya pengenalan tokoh Muhammadiyah melalui Seminar Kemuhammadiyahan yang kemudian hasil dari seminar ini dibukukan. Seminar Kemuhammadiyahan ke- 6 ini bertujuan untuk membumikan tokoh-tokoh Muhammadiyah, salah satunya yang kali ini dibahas adalah KH. Ahmad Azhar Basyir.

“KH. Ahmad Azhar Basyir merupakan pengagum Buya Hamka dalam Ilmu Tasawuf. Oleh karena itu, garis kebijakan saat beliau menjadi Ketua Umum Muhammadiyah adalah yang berkaitan dengan Tasawuf dan juga tentang Aqidah. Banyak yang bilang saat beliau memimpin, prinsip Muhammadiyah dikembalikan ke akarnya dengan memperbanyak kajian-kajian Al-Qur’an dan As-Sunnah,” tambah Gunawan.

Tak hanya itu, KH. Ahmad Azhar Basyir menurut Drs. Achmad Charris Zubair memiliki pemikiran filsafat yang menjadi contoh nyata bahwa filsafat sesungguhnya tidak bisa dihadapkan dengan konfliktual keimanan, namun menguatkan dan menjadi komplementer (pelengkap) keimanan. “Sosok K.H. Ahmad Azhar Basyir merupakan sosok yang yang dibutuhkan saat sekarang yang tidak mudah mengkafirkan orang atau mencacati orang lain, namun memahami sudut pandang pemikiran,” ujarnya.

Selain itu, KH. Ahmad Azhar Basyir juga merupakan sosok yang sangat peduli terhadap keluarga dan pendidikan dalam keluarga. “Dalam pendidikan keluarga terutama pada anak, KH. Ahmad Azhar Basyir menonjolkan sisi keteladaan dan kesabaran. Beliau juga menggunakan cara komunikasi dengan anak melalui diskusi buku, beliau juga tidak segan-segan membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga,” jelas Evi yang merupakan putri KH. Ahmad Azhar Basyir.

“Selain kehidupan keluarga, beliau juga turut aktif bersilaturrahim dengan tokoh-tokoh NU karena sebelumnya beliau pernah belajar di Pondok Pesantren Termas. K.H. Ahmad Azhar Basyir banyak berkiprah dalam organisasi Muhammadiyah maupun Ortom dan juga pelayanan umat seperti melayani konsultasi agama dan pengurus takmir masjid,” tambah Evi.

Seminar ini juga membahas tentang pemikiran K.H. Ahmad Azhar Basyir berkaitan dengan gender khususnya pada Buku Keluarga Sakinah, Keluarga Surgawi. ”Dalam bukunya tersebut KH. Ahmad Azhar Basyir menjelaskan mengenai adanya perspektif keadilan dan kesalingan dalam keluarga salah satunya Equal Patrnership antara Suami dan Istri,” jelas Alimatul. (sofia)