Generasi Bakti Negeri Kenalkan KKN Sebatik ke Civitas UMY

Mei 9, 2017 oleh : BHP UMY

Generasi Bakti Negeri merupakan sebuah komunitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang mempunyai program utama Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Pada Minggu (07/05), komunitas ini mengenalkan aktivitas KKN di perbatasan tersebut kepada civitas akademika UMY dalam rangkaian Sunday Morning (Sunmor) di UMY.

Agenda yang dirangkum dalam sebuah Pagelaran Generasi Bakti Negeri Saudara Sebatik #3 tersebut menghadirkan penampilan tari dayak, galeri-galeri tentang kegiatan KKN di Sebatik, dan atraksi panggung lainnya. Sarah Aghniya, selaku perwakilan GBN menuturkan, pagelaran diselenggarakan dengan maksud untuk memperkenalkan kegiatan KKN Mandiri di Sebatik yang akan dilaksanakan untuk ketiga kalinya.

“Atraksi yang kami pilih memiliki hubungan dengan budaya Sebatik, seperti tari Dayak yang merupakan tarian khas Kalimantan. Selain penampilan panggung, kami juga mempresentasikan program-program yang akan kami lakukan selama KKN di Sebatik nanti. Kami juga melakukan penggalangan dana berupa sepatu bekas, buku dan buku tulis, baju-baju bekas, serta uang, yang nantinya akan kami berikan kepada masyarakat Sebatik untuk agenda bakti sosial,” jelas Sarah.

Sarah menambahkan, tim KKN Mandiri di Sebatik akan diberangkatkan pada pertengahan Juli mendatang, dengan jumlah 41 mahasiswa. “Tim kami terdiri dari berbagai Fakultas antara lain Fisipol, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan Bahasa, Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Teknik. Total semua ada 41 mahasiswa,” jelas mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional tersebut.

Sementara program-program yang akan diusung dalam KKN Sebatik periode ketiga ini, disebutkan Sarah, akan memfokuskan pada pemberantasan buta aksara pada masyarakat usia dewasa hingga lanjut usia. “Di sana masih banyak kalangan usia tua yang tidak mampu membaca. Program ini sudah ada pada KKN periode sebelumnya, namun masih belum maksimal. Oleh karenanya kami berencana untuk melanjutkan program secara maksimal. Selain itu kami juga akan ada program penyaringan air. Kami akan membuat alat penyaring air dengan beberapa bahan yang akan kami bawa dari sini, dan beberapa akan memanfaatkan bahan alami dari Sebatik,” jelas Sarah.

Selain program utama, dalam masa 2 bulan KKN Mandiri, Sarah menambahkan akan ada program-program lainnya. Program tersebut antara lain program pendidikan TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), English dan Arabic Club bagi anak-anak, pelatihan pengurusan jenazah bagi dewasa, workshop menyablon baju dan corel draw bagi remaja, dan lain sebagainya. (de)